TEHERAN – Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, akhirnya muncul di hadapan publik. Kemunculan ini menjadi sorotan dunia karena terjadi tepat sehari sebelum rangkaian upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dimulai pada Sabtu (4/7).
Kehadiran Vahidi menjadi momen penting yang dinantikan. Pasalnya, ini adalah kali pertama ia menampakkan diri sejak eskalasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah di kawasan tersebut.
Selama konflik berlangsung, Vahidi diketahui memilih untuk menjauh dari sorotan publik. Langkah ini ditengarai sebagai upaya taktis untuk menghindari ancaman serangan dari Israel yang tengah memanas.
Dalam foto yang dirilis oleh media Iran, Fars, Vahidi tampak khusyuk saat meletakkan tangannya di atas peti jenazah Ali Khamenei. Ia terlihat memanjatkan doa sebagai penghormatan terakhir bagi mendiang pemimpin besar Iran tersebut.
Rangkaian prosesi pemakaman Ali Khamenei sendiri dijadwalkan berlangsung khidmat. Upacara penghormatan akan digelar di dua kota besar, yakni Teheran dan Qom pada Sabtu, sebelum puncaknya dilaksanakan di Mashhad pada 9 Juli mendatang.
Sebelum kemunculan Vahidi, suasana duka menyelimuti ibu kota Iran. Jenazah Ali Khamenei telah tiba di kompleks keagamaan Masjid Agung, Teheran, untuk menerima penghormatan terakhir dari seluruh lapisan warga Iran.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengonfirmasi kedatangan peti jenazah tersebut pada Jumat pagi. Laporan menyebutkan bahwa jenazah pemimpin revolusi ini akan disemayamkan sementara sebelum rangkaian prosesi pemakaman dilakukan secara nasional, termasuk di wilayah Irak.
Media semi-pemerintah, Far News, turut menyiarkan rekaman video kedatangan jenazah. Dalam tayangan tersebut, terlihat peti yang dibalut bendera kebangsaan Iran diangkat oleh beberapa orang di tengah kerumunan pelayat yang memadati area masjid.
"Jenazah Pemimpin Revolusi Islam yang gugur telah tiba di Masjid Agung Imam Khomeini pada Jumat pagi," tulis laporan media tersebut.
Kemunculan Vahidi di tengah prosesi ini memberikan sinyal stabilitas di tubuh militer Iran. Meski situasi keamanan di kawasan masih sangat rawan, kehadiran sosok komandan senior di samping peti jenazah pemimpin tertinggi menunjukkan upaya Iran untuk tetap menunjukkan solidaritas dan keteguhan di masa transisi kepemimpinan yang krusial ini.
Hingga saat ini, pihak otoritas Iran terus memperketat pengamanan di sekitar lokasi pemakaman. Seluruh rangkaian agenda perpisahan bagi mendiang Ali Khamenei dipersiapkan dengan pengawalan ekstra ketat demi menghindari potensi gangguan keamanan yang mungkin muncul di tengah tensi geopolitik yang tinggi.











