Skotlandia akan menghadapi ujian berat dalam pertandingan kedua mereka di Grup Piala Dunia, melawan Maroko, tim yang menduduki peringkat keenam dunia. Setelah berhasil mengalahkan Haiti di laga pembuka, tantangan sesungguhnya baru akan terasa ketika menghadapi "Singa Atlas" yang dikenal tangguh. Prestasi Maroko yang mencapai semifinal Piala Dunia empat tahun lalu dan hasil imbang melawan Brasil di laga perdana menjadi bukti kekuatan mereka yang tidak bisa dipandang sebelah mata. BBC Sport mengulas beberapa pemain kunci Maroko yang patut menjadi perhatian khusus bagi skuat Skotlandia.
Di bawah mistar gawang, nama Yassine Bounou, atau yang akrab disapa ‘Bono’, menjadi benteng pertahanan terakhir yang kokoh. Kiper berusia 35 tahun ini memainkan peran krusial dalam perjalanan gemilang Maroko di Piala Dunia empat tahun lalu, termasuk penyelamatan dua tendangan penalti dalam drama adu tos-tosan melawan Spanyol di babak 16 besar. Berkat performanya yang impresif di Qatar, Bono bahkan dianugerahi Order of the Throne oleh Raja Mohammed VI. Pengalaman dua kali menjuarai Liga Europa bersama Sevilla, serta pernah membela klub seperti Girona dan Zaragoza, memperkuat reputasinya sebagai salah satu kiper terbaik di Afrika. Sejak musim 2023-24, ia memperkuat klub Al-Hilal di Arab Saudi.
Lini tengah Maroko akan semakin hidup dengan kehadiran Brahim Diaz. Pemain berusia 26 tahun ini, yang berposisi sebagai gelandang serang, sempat menjadi sorotan dunia saat gagal mengeksekusi penalti gaya ‘Panenka’ di final Piala Afrika melawan Senegal pada Januari lalu. Namun, sebelum insiden tersebut, Diaz telah mengemas lima gol dalam lima pertandingan awal turnamen kontinental itu, menunjukkan ketajamannya di depan gawang. Kariernya dimulai di Manchester City sejak usia 16 tahun pada 2015, di mana ia mencatatkan 16 penampilan dan meraih gelar Premier League pada musim 2017-18. Tujuh tahun lalu, ia hijrah ke Real Madrid dengan mahar 21 juta poundsterling, sebuah rekor bagi lulusan akademi City saat itu. Pengalamannya menjadi juara Serie A bersama AC Milan pada musim 2021-22 menjadi bukti kemampuannya beradaptasi di berbagai kompetisi. Diaz mengembangkan kemampuannya menerima bola di ruang sempit sejak bermain futsal sejak usia empat tahun.
Di lini pertahanan, nama Noussair Mazraoui menjadi salah satu pilar penting. Pemain berusia 28 tahun ini telah menunjukkan fleksibilitasnya dengan bermain di enam posisi berbeda untuk klub dan negaranya dalam dua tahun terakhir, termasuk sebagai gelandang serang. Namun, ia paling sering ditempatkan sebagai bek kiri untuk "Singa Atlas". Mazraoui merupakan bagian integral dari tim Maroko yang sukses menembus semifinal Piala Dunia 2022. Menariknya, terungkap bahwa ia menderita peradangan jaringan jantung setelah terjangkit Covid-19 selama turnamen tersebut, sebuah fakta yang menunjukkan dedikasi dan perjuangannya di lapangan. Kepindahannya ke Manchester United dari Bayern Munich pada tahun 2024 semakin memperkuat posisinya di kancah sepak bola Eropa.
Tak bisa dilupakan, Sofyan Amrabat adalah gelandang bertahan yang enerjik dan memiliki determinasi tinggi. Pemain berusia 29 tahun ini menjadi motor serangan dan pertahanan Maroko di Piala Dunia empat tahun lalu, bermain di setiap menit pertandingan timnya yang mencapai semifinal. Ia mencatatkan jarak tempuh lebih dari 50 mil selama turnamen tersebut, menjadikannya pemain dengan jarak lari terjauh. Amrabat, yang memulai enam dari delapan pertandingan kualifikasi, tumbuh dengan mengidolakan sosok legendaris seperti Zinedine Zidane dan Andres Iniesta, sebelum kemudian mempelajari pemain bertahan seperti Yaya Toure. Saat ini, ia bermain untuk Real Betis sebagai pemain pinjaman dari Fenerbahce.
Kehadiran para pemain bintang ini menunjukkan kedalaman skuad Maroko yang siap memberikan perlawanan sengit bagi Skotlandia. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi tontonan menarik yang mempertemukan dua tim dengan ambisi besar di panggung internasional.











