Jakarta – Kylian Mbappe kembali mengukir nama di buku sejarah Piala Dunia. Penyerang Paris Saint-Germain ini mencetak gol ke gawang Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Minggu (5/7) pagi WIB. Gol melalui titik penalti ini bukan sekadar penambah pundi-pundi gol, melainkan sebuah pencapaian langka yang belum pernah diraih pemain lain, termasuk megabintang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Mbappe menunjukkan ketenangannya mengecoh kiper Paraguay, Orlando Gill, yang bergerak ke arah berlawanan. Dengan gol tersebut, Mbappe tercatat sebagai pemain pertama yang mampu mencetak tiga gol atau lebih di fase gugur Piala Dunia dalam tiga edisi berturut-turut.
Prestasi ini sangat monumental mengingat rekor tersebut belum mampu dicapai oleh para legenda sepak bola dunia. Bahkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, yang telah berkompetisi di enam edisi Piala Dunia, tidak bisa menorehkan catatan serupa. Jika Ronaldo dan Messi berhasil mencetak tiga gol di fase gugur pada edisi kali ini, mereka tetap tidak akan menyamai rekor impresif Mbappe.
Ketajaman Mbappe di pentas Piala Dunia memang tak perlu diragukan lagi. Ia dengan cepat merangsek naik dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen. Hingga Minggu (5/7), koleksi gol Mbappe mencapai 19 gol. Ia kini menempati posisi kedua, hanya tertinggal satu gol dari Lionel Messi yang memegang rekor pencetak gol terbanyak.
Perjalanan Mbappe bersama timnas Prancis di Piala Dunia 2026 masih terus berlanjut. Performa gemilangnya menjadi modal berharga bagi Les Bleus yang akan menghadapi Maroko di babak perempat final. Pertandingan tersebut diprediksi akan semakin menyita perhatian publik sepak bola global, menyaksikan aksi Mbappe yang terus berinovasi dan memecahkan rekor.
Pencapaian Mbappe ini menegaskan statusnya sebagai salah satu pesepak bola terbaik di generasinya. Kemampuannya untuk tampil konsisten dan mencetak gol krusial di momen-momen penting menjadi kunci keberhasilan timnya. Rekor yang dipecahkannya ini menjadi bukti nyata bahwa ia terus menorehkan jejak tak terhapuskan dalam sejarah kompetisi sepak bola terbesar di dunia ini.











