Mary Earps Blak-blakan: Belum Tahu Siap Kembali ke Sorotan Publik Setelah Gabung London City Lionesses

Danu Ilham

Mantan kiper tim nasional Inggris, Mary Earps, mengungkapkan ketidakpastiannya mengenai kesiapan diri untuk kembali menghadapi sorotan publik yang intens di tanah kelahirannya. Pernyataan ini muncul setelah ia resmi menandatangani kontrak dengan klub Women’s Super League (WSL), London City Lionesses. Keputusan ini menandai kembalinya Earps ke kancah sepak bola Inggris setelah dua tahun memperkuat Paris Saint-Germain di Prancis.

Keputusan Earps untuk kembali ke WSL tidak terlepas dari pengalaman yang ia rasakan sebelumnya. Dalam sebuah wawancara dengan BBC tahun lalu, ia sempat menggambarkan "kegilaan Inggris" yang ia hadapi. Seperti banyak atlet wanita berprofil tinggi lainnya, Earps telah menjadi sasaran pelecehan di media sosial sepanjang kariernya. Puncaknya, ia juga menerima kritik atas penghargaan Sports Personality of the Year dari BBC pada tahun 2023, yang sebagian kalangan menilai tidak pantas ia terima.

Situasi semakin memanas ketika otobiografinya yang dirilis pada November lalu memicu kontroversi. Earps menghadapi kecaman dari penggemar dan pelatih Chelsea, Sonia Bompastor, terkait komentar kontroversialnya tentang mantan rekan setimnya di timnas Inggris, Hannah Hampton, serta manajer timnas, Sarina Wiegman. Latar belakang inilah yang membuat pertanyaan tentang kesiapannya kembali ke bawah sorotan publik Inggris menjadi sangat relevan.

Menanggapi pertanyaan apakah ia siap menghadapi pengawasan ketat di Inggris, Earps dengan jujur mengaku belum mengetahuinya. "Permainan ini bisa sangat bising dan terkadang sulit untuk dihadapi," ujar Earps kepada BBC Sport. Ia menambahkan bahwa kebisingan tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari profesinya, terutama dengan pesatnya perkembangan media sosial.

"Saya percaya kita harus menerima hal baik dan buruknya. Kami telah bekerja keras membangun citra di media sosial selama bertahun-tahun. Memang terkadang sulit," lanjutnya. Earps mengakui bahwa jawaban jujurnya adalah "tidak tahu", namun ia juga melihat hal tersebut sebagai sebuah apresiasi atas kemajuan pesat yang dialami sepak bola wanita. "Anda harus siap menghadapi tantangan dan kemudahan secara bersamaan," tuturnya.

Keputusan Earps untuk bergabung dengan London City Lionesses bukanlah tanpa alasan strategis. Klub tersebut kini berada di bawah kepemilikan pebisnis Amerika Serikat, Michele Kang, yang mengambil alih pada Desember 2023. Investasi besar dari Kang telah mentransformasi klub yang sebelumnya finis di posisi keenam pada musim debut mereka di WSL setelah promosi pada tahun 2025.

Earps mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Michele Kang. "Dia adalah wanita yang kuat dalam dunia bisnis, dan sebagai seseorang yang memiliki gairah terhadap bisnis, saya sangat terinspirasi oleh para pengusaha wanita," kata Earps. Ia menceritakan percakapannya dengan Kang melalui video call, di mana ia terkesan dengan bagaimana Kang, di tengah kesibukannya yang padat, masih bisa meluangkan waktu untuknya.

"Energinya sangat menular, dan Anda bisa lihat selama bertahun-tahun investasinya di [olahraga wanita] konsisten. Jelas bahwa dia memiliki gairah dan energi yang tulus untuk olahraga wanita secara keseluruhan," tambah Earps. Ia merasa percakapan mereka berjalan sangat baik dan sangat antusias untuk terlibat dalam proyek klub.

Karier internasional Mary Earps sendiri patut diperhitungkan. Ia menjadi bagian penting dari skuad Inggris yang menjuarai Euro 2022 dan mencapai final Piala Dunia 2023 sebelum kalah dari Spanyol. Setelah mengoleksi 53 caps bersama timnas, Earps memutuskan untuk pensiun dari sepak bola internasional tahun lalu.

Dengan kontrak berdurasi dua tahun bersama London City, Earps menyatakan bahwa ia belum siap untuk kembali ke "dunia nyata" dan ingin memaksimalkan setiap kesempatan yang datang. Ia merasa berada di fase karier yang berbeda, lebih kepada "berpengalaman" dan "lebih bijaksana", serta lebih memahami jati dirinya dan prioritas hidupnya.

"Klub dan proyek ini terasa istimewa untuk menjadi bagian darinya, dalam hal apa yang mereka coba lakukan di sepak bola wanita dan olahraga wanita," jelas Earps. Ia merasa nilai-nilai dan kepribadiannya selaras dengan tujuan klub, dan ia berharap hal ini akan membuat setiap hari terasa menyenangkan.

"Ya, saya mungkin tetap Mary yang sama dengan sedikit tambahan kebijaksanaan, kepribadian, semangat, dan energi, hanya berusaha bekerja keras untuk menjadi pemain dan pribadi terbaik yang saya bisa setiap hari dan setiap kali saya melintasi garis putih lapangan," tutupnya dengan optimisme. Keputusan ini menandai babak baru bagi Earps, di mana ia diharapkan dapat menemukan keseimbangan antara ambisi profesionalnya dan kesejahteraan pribadinya di tengah industri sepak bola yang semakin kompleks.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All