Saturday, 18 July 2026
BREAKING
DUNIA

Longsor Dahsyat di Chongqing, Ratusan Warga Terjebak dan Rumah Hancur

Oleh Heni Maulidya July 18, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Sebuah bencana longsor besar melanda Kabupaten Otonom Pengshui Miao dan Tujia di Chongqing, Tiongkok, pada Jumat (17/7) pagi. Peristiwa alam ini menyebabkan ratusan warga terjebak dan sejumlah rumah penduduk dilaporkan tertimbun material longsor.

Menurut laporan dari otoritas setempat, longsor terjadi sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Kepala Desa Longtan, yang namanya tidak disebutkan dalam laporan asli, menyatakan bahwa kejadian ini sangat mendadak dan membuat warga panik. “Kami mendengar suara gemuruh yang sangat keras, lalu tanah bergeser. Kami segera menyelamatkan diri,” ujarnya.

Evakuasi segera dilakukan oleh tim penyelamat yang terdiri dari personel gabungan pemadam kebakaran, kepolisian, dan militer. Dilaporkan bahwa setidaknya 150 rumah penduduk mengalami kerusakan parah atau tertimbun sepenuhnya oleh longsoran tanah. Upaya pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan, namun kondisi medan yang sulit dan cuaca yang masih belum stabil menjadi tantangan tersendiri.

Kepala Kantor Manajemen Darurat Kabupaten Pengshui, yang juga tidak disebutkan namanya, menyampaikan bahwa hingga berita ini diturunkan, sedikitnya 21 orang dilaporkan hilang. “Prioritas kami saat ini adalah menemukan dan menyelamatkan seluruh warga yang masih terjebak. Kami mengerahkan segala sumber daya yang ada,” katanya.

Bencana ini terjadi setelah beberapa hari wilayah tersebut diguyur hujan lebat. Badan Meteorologi Tiongkok sebelumnya telah mengeluarkan peringatan akan potensi peningkatan risiko tanah longsor di beberapa daerah, termasuk di wilayah Chongqing, akibat curah hujan yang tinggi.

Pihak berwenang setempat juga telah mendirikan posko pengungsian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Bantuan berupa makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya mulai disalurkan kepada para pengungsi. Penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti longsor masih terus dilakukan oleh tim geologi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait