Liburan Musim Panas Terancam, Bandara Berlin Peringatkan Kekacauan Sistem Digital Baru Uni Eropa

Yohanes

Otoritas Bandara Berlin memberikan peringatan keras terkait penerapan sistem perbatasan digital baru Uni Eropa, Entry-Exit System (EES). Kebijakan ini dinilai memicu antrean panjang yang tidak manusiawi bagi pelancong non-Uni Eropa.

Aletta von Massenbach, pimpinan Bandara Berlin, menyatakan bahwa penumpang kini harus mengantre selama satu hingga dua jam di terminal yang melayani maskapai seperti Ryanair dan Wizz Air. Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin parah saat puncak liburan musim panas tiba.

Sistem EES mewajibkan warga negara di luar blok Uni Eropa untuk mendaftarkan data biometrik saat masuk ke wilayah Schengen. Data tersebut nantinya akan diverifikasi kembali saat mereka meninggalkan kawasan tersebut.

Meskipun bertujuan memodernisasi kontrol perbatasan agar lebih aman, implementasi di lapangan justru jauh dari harapan. Sejak beroperasi penuh pada April lalu, sistem ini kerap mengalami kendala teknis yang serius.

Banyak penumpang melaporkan harus tertahan berjam-jam hingga akhirnya ketinggalan pesawat. Salah satu pelancong asal Inggris bahkan terpaksa merogoh kocek hingga 250 poundsterling untuk membeli tiket baru setelah tertahan 90 menit di Bandara Roma akibat mesin EES yang rusak.

Von Massenbach menilai kerumitan muncul karena setiap negara anggota Uni Eropa menggunakan sub-sistem yang berbeda-beda. Hal ini menghambat kelancaran proses verifikasi di lapangan.

Masalah serupa terjadi di Pelabuhan Dover, Inggris. Sebanyak 84 kios biometrik yang telah disiapkan tidak bisa digunakan karena teknologi dari otoritas Prancis belum aktif. Doug Bannister, CEO Pelabuhan Dover, menyebut waktu untuk memperbaiki sistem ini sudah sangat mendesak.

Kelompok lobi bandara, ACI Europe, telah mengirim surat kepada Presiden Komisi Eropa Ursula Von Der Leyen. Mereka melaporkan bahwa waktu tunggu di perbatasan kini mencapai lima jam pada periode sibuk.

Maskapai penerbangan pun mulai angkat bicara. Jet2 dan asosiasi maskapai penerbangan lainnya mendesak Komisi Eropa untuk bersikap pragmatis. Mereka menyarankan adanya jeda atau langkah darurat bagi bandara yang sistemnya belum siap.

Di sisi lain, juru bicara Komisi Eropa berdalih bahwa dampak sistem EES sebenarnya terbatas di sebagian besar bandara. Mereka mengklaim masalah utamanya terletak pada kurangnya jumlah petugas perbatasan serta infrastruktur yang tidak memadai di beberapa negara anggota.

Namun, bagi para wisatawan, ketidakpastian ini menciptakan stres yang tidak perlu. Banyak dari mereka kini mempertimbangkan ulang rencana liburan ke Eropa tahun ini demi menghindari antrean panjang yang tidak menentu.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All