Ledakan Bom Guncang Pusat Kota Damaskus, Enam Orang Tewas

Yohanes

Sebuah ledakan bom mematikan mengguncang kawasan pusat kota Damaskus, Suriah, pada Kamis waktu setempat. Insiden tragis tersebut terjadi di sebuah kafe yang sedang ramai pengunjung.

Media pemerintah Suriah melaporkan, sedikitnya enam orang tewas dalam peristiwa tersebut. Selain korban jiwa, sebanyak 22 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan itu.

Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan bom tersebut sengaja diletakkan di dalam kafe. Lokasi kejadian berada di distrik Hejaz, hanya berjarak 100 meter dari Istana Kehakiman.

Hingga saat ini, belum ada kelompok mana pun yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan intensif di lokasi kejadian.

Peristiwa ini tercatat sebagai pemboman paling mematikan di Damaskus sejak Juni 2025. Sebelumnya, serangan bunuh diri di sebuah gereja menewaskan 25 orang.

Terkait serangan Juni 2025, kelompok jihadis Saraya Ansar al-Sunnah sempat mengklaim bertanggung jawab. Namun, pihak berwenang Suriah saat itu justru menyalahkan kelompok Islamic State (IS).

Saksi mata di lokasi kejadian, Mohammed al-Dahabi, mengaku trauma dengan insiden tersebut. Pemilik toko kacamata di samping kafe itu merasa situasi ini mirip dengan masa perang saudara.

Ia menceritakan merasakan tekanan kuat dan guncangan hebat di sekitar lokasi. Saat memeriksa keadaan, ia mendapati banyak korban tergeletak dengan genangan darah di mana-mana.

Rekaman video grafis yang beredar di media sosial menunjukkan pemandangan mengerikan. Terlihat setidaknya dua pria tergeletak tak bernyawa di teras luar kafe tersebut.

Gubernur Damaskus, Maher Marwan Idlibi, langsung meninjau lokasi ledakan. Ia menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab akan menerima hukuman setimpal.

Menurutnya, aksi ini merupakan upaya pihak jahat untuk mengacaukan stabilitas negara. Ia menilai serangan terjadi saat Suriah sedang menikmati periode kedamaian.

Situasi keamanan di Damaskus memang masih rentan pasca penggulingan Bashar al-Assad pada Desember 2024. Peristiwa itu mengakhiri 13 tahun perang saudara yang menghancurkan.

Presiden Sementara Ahmed al-Sharaa kini tengah berupaya keras mengonsolidasikan kendali nasional. Ia menghadapi tantangan berat dalam memulihkan keamanan di seluruh wilayah Suriah.

Selain ancaman terorisme, negara itu masih dilanda ketegangan internal. Berbagai pertempuran sektarian antara pasukan pemerintah dan kelompok minoritas Alawite serta Druze kerap pecah.

Pemerintah terus berusaha menekan berbagai konflik tersebut demi menjaga kedaulatan. Namun, insiden ledakan di jantung kota ini menjadi pengingat rapuhnya stabilitas keamanan di Suriah saat ini.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All