Perjalanan tim nasional Pantai Gading di Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah menelan kekalahan menyakitkan 1-2 dari Norwegia dalam laga babak 32 besar yang berlangsung di Amerika Serikat pada Selasa malam waktu setempat. Hasil minor ini memaksa Pantai Gading angkat koper lebih awal setelah gol kemenangan dramatis yang dicetak oleh megabintang Norwegia, Erling Haaland, memupus harapan tim asal Afrika tersebut untuk melaju ke fase 16 besar.
Meski hasil akhir tidak berpihak pada Pantai Gading, penampilan gelandang andalan mereka, Ibrahim Sangare, menuai banyak apresiasi. Pemain yang memperkuat Nottingham Forest ini tampil dominan sepanjang 90 menit pertandingan, menjadi jangkar di lini tengah, dan menunjukkan ketenangan luar biasa meski berada di bawah tekanan besar dari serangan tim lawan.
Data statistik dari Sofascore mencatat bahwa Sangare menjadi pemain dengan performa terbaik kedua bagi skuad Pantai Gading dalam laga tersebut, hanya berada tepat di bawah Amad Diallo yang mencetak satu-satunya gol bagi timnya. Sangare mencatatkan rating pertandingan impresif sebesar 7,6, sebuah bukti nyata bahwa kualitasnya di level internasional tidak perlu diragukan lagi meski timnya harus tersingkir.
Sepanjang pertandingan melawan Norwegia, gelandang dengan tinggi badan 190 sentimeter ini terlibat aktif dalam alur permainan. Ia mencatatkan 67 sentuhan bola dan menunjukkan efisiensi tinggi dalam distribusi permainan. Catatan akurasi operannya mencapai 87 persen, dengan rincian 47 operan sukses dari total 54 percobaan.
Selain aspek distribusi, Sangare juga berperan krusial dalam pertahanan dan transisi. Ia berhasil memenangkan empat dari sepuluh duel bawah serta melakukan dua intersepsi penting yang beberapa kali memutus alur serangan Norwegia. Perannya sebagai gelandang box-to-box terbukti vital dalam menjaga keseimbangan tim, terutama saat Pantai Gading mencoba memberikan perlawanan sengit di tengah gempuran Haaland dan rekan-rekannya.
Sebelum mencapai babak 32 besar, Pantai Gading memang tampil cukup menjanjikan di fase grup. Kemenangan krusial atas Curacao menjadi tiket utama mereka menuju babak gugur. Performa Sangare sendiri telah menjadi sorotan sejak fase grup, terutama saat Pantai Gading berhadapan dengan Jerman.
Berdasarkan laporan resmi FIFA, Sangare tampil solid selama 75 menit dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 1-2 melawan Jerman tersebut. Ia mencatatkan akurasi operan yang sangat tinggi, yakni 92 persen, dan mampu melepaskan empat dari enam operan yang berhasil memecah lini pertahanan lawan.
Tidak hanya mahir dalam membangun serangan, statistik defensif Sangare dalam laga melawan Jerman juga sangat menonjol. Ia mencatatkan sembilan blok, tiga sapuan, dan tujuh kali melakukan pemulihan penguasaan bola. Dengan kecepatan maksimal mencapai 29,7 kilometer per jam, ia membuktikan diri sebagai gelandang modern yang mampu beroperasi di berbagai area lapangan dengan efektivitas tinggi.
Bagi Nottingham Forest, performa konsisten Sangare di turnamen sebesar Piala Dunia tentu menjadi catatan positif. Pemain yang didatangkan dari PSV Eindhoven dengan mahar 30 juta poundsterling pada tahun 2023 ini telah membuktikan mengapa ia menjadi pilar utama baik di level klub maupun tim nasional.
Kini, setelah tersingkir dari kompetisi, Sangare dijadwalkan untuk mendapatkan waktu istirahat tambahan sebelum kembali bergabung dengan skuad asuhan Vitor Pereira. Ia akan segera menatap agenda pramusim yang cukup padat bersama Nottingham Forest dalam rangka persiapan menyambut musim kompetisi Liga Primer Inggris 2026/2027.
Jadwal pramusim Nottingham Forest akan dimulai dengan laga persahabatan melawan Notts County pada 18 Juli 2026. Setelah itu, tim berencana bertolak ke Portugal untuk menjalani pemusatan latihan intensif di cuaca panas. Selama berada di Portugal, Forest dijadwalkan menghadapi serangkaian uji coba bergengsi melawan Blackburn Rovers, Vitoria SC, dan Sporting CP untuk mematangkan taktik dan kebugaran para pemain.
Kompetisi Liga Primer Inggris musim mendatang sendiri akan menjadi tantangan baru bagi Sangare. Forest dijadwalkan memulai kampanye mereka pada 22 Agustus 2026 dengan laga kandang menjamu Leeds United di City Ground. Kehadiran Sangare di lini tengah akan menjadi kunci bagi ambisi tim untuk meraih hasil maksimal sejak pekan pertama.
Kegagalan Pantai Gading di Piala Dunia 2026 memang menyisakan kekecewaan mendalam bagi para pendukungnya. Namun, performa individu yang ditunjukkan oleh pemain seperti Ibrahim Sangare memberikan harapan bagi masa depan sepak bola Pantai Gading. Pengalaman berharga menghadapi tim-tim papan atas dunia di turnamen empat tahunan ini diharapkan menjadi modal penting bagi Sangare untuk tampil lebih tajam saat kembali membela Nottingham Forest di kancah domestik Inggris.











