Kualitas tidur anak memegang peranan penting dalam menentukan pertumbuhan tinggi badan mereka, selain asupan nutrisi yang memadai. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa durasi dan kedalaman tidur yang optimal sangat krusial bagi perkembangan fisik anak.
Menurut penelitian, selama fase tidur nyenyak, tubuh anak melepaskan hormon pertumbuhan (Growth Hormone/GH). Hormon ini berperan vital dalam merangsang pertumbuhan tulang dan otot. Jika anak tidak mendapatkan tidur yang cukup atau berkualitas buruk, produksi GH ini dapat terganggu, yang berujung pada terhambatnya pertumbuhan tinggi badan.
Para peneliti menekankan bahwa jam tidur yang konsisten dan lingkungan tidur yang kondusif menjadi kunci utama. Anak-anak usia sekolah dasar, misalnya, disarankan untuk tidur antara 9-12 jam per malam. Sementara itu, balita memerlukan durasi tidur yang lebih panjang, sekitar 10-13 jam.
Dr. Anya Sharma, seorang spesialis anak yang terlibat dalam salah satu studi, menjelaskan, “Gangguan tidur, seperti sleep apnea atau insomnia, dapat berdampak signifikan pada pelepasan hormon pertumbuhan. Ini bukan hanya soal kuantitas tidur, tetapi juga kualitasnya.” Ia menambahkan bahwa kebiasaan sebelum tidur, seperti paparan gawai berlebihan atau konsumsi kafein, dapat mengganggu siklus tidur alami anak.
Studi lain yang dilakukan di Universitas Indonesia pada tahun 2022, melibatkan 200 anak usia 6-10 tahun, menunjukkan korelasi kuat antara durasi tidur dan peningkatan tinggi badan. Anak-anak yang tidur rata-rata 10 jam atau lebih per malam menunjukkan pertumbuhan tinggi badan yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidurnya kurang dari 8 jam.
“Kami menemukan bahwa anak-anak yang memiliki rutinitas tidur teratur cenderung memiliki tingkat kepuasan tidur yang lebih tinggi, yang secara langsung berkontribusi pada pertumbuhan optimal,” ujar Prof. Bambang Santoso, peneliti utama dalam studi tersebut. Ia menyarankan orang tua untuk menciptakan rutinitas tidur yang tenang dan konsisten, serta membatasi aktivitas yang merangsang menjelang waktu tidur.
Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan orang tua untuk lebih memperhatikan kualitas tidur anak sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan fisik mereka, selain memastikan asupan gizi seimbang.
