Sunday, 12 July 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Kontroversi FIFA dan Piala Dunia: Infantino Dituding Main Api di Tengah Keraguan Integritas

Oleh Herfansyah July 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

FIFA dan Presidennya, Gianni Infantino, tengah menghadapi sorotan tajam terkait dugaan bias dan permainan politik di balik layar Piala Dunia. Keraguan ini muncul di tengah kekhawatiran mengenai integritas turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Pengamat sepak bola, Jonathan Wilson, dalam tulisannya, mengangkat kekhawatiran mendalam tentang bagaimana FIFA, di bawah kepemimpinan Infantino, dinilai ‘bermain api’. Ini merujuk pada berbagai manuver dan keputusan yang menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dan objektivitas.

Wilson mengisahkan pengalamannya di Bucharest sekitar 25 tahun lalu. Saat itu, ia menyaksikan pertandingan Premier League di mana Chelsea tertinggal 2-1. Lima menit menjelang akhir laga, Chelsea berhasil mencetak dua gol kemenangan.

Seorang jurnalis lokal yang mendukung Chelsea untuk kalah, menunjukkan slip taruhannya dengan frustrasi. Sementara Wilson melihatnya sebagai drama sepak bola, para jurnalis Rumania justru menilainya sebagai indikasi pengaturan skor.

Kejadian ini, menurut Wilson, menekankan betapa krusialnya integritas dan persepsi integritas dalam olahraga. Ia tidak menuduh pertandingan tersebut diatur, karena tidak ada bukti sama sekali.

Mengingat gaji pemain profesional dan sistem deteksi dini pola taruhan yang canggih, kecil kemungkinan pertandingan Premier League saat ini diatur. Namun, bagi mereka yang tumbuh di era akhir rezim Ceauศ™escu atau masa penuh ketidakpastian setelahnya, di mana pengaturan skor bukanlah rahasia umum melainkan fakta sehari-hari, sinisme adalah respons alami.

Kini, kekhawatiran serupa mulai merayap ke tataran global, terutama terkait penyelenggaraan Piala Dunia. Keputusan FIFA yang seringkali kontroversial, seperti pemilihan tuan rumah atau aturan yang mendadak, memicu spekulasi.

Muncul tudingan bahwa FIFA memiliki bias terhadap tim-tim besar atau nama-nama besar dalam sepak bola. Hal ini menciptakan keraguan yang dapat merusak citra dan kepercayaan publik terhadap FIFA.

Wilson berpendapat bahwa permainan ‘api’ yang dimainkan Infantino ini sangat berbahaya. Keraguan terhadap integritas FIFA dapat mengikis fondasi kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Dampak dari keraguan ini tidak hanya dirasakan oleh FIFA, tetapi juga oleh seluruh ekosistem sepak bola. Sponsor, penggemar, dan federasi anggota bisa saja kehilangan keyakinan jika FIFA terus menerus menjadi pusat kontroversi.

Pertanyaan mendasar yang muncul adalah: Apakah FIFA di bawah Infantino benar-benar menjunjung tinggi prinsip fair play, atau justru terjebak dalam intrik yang mengorbankan esensi olahraga itu sendiri?

Situasi ini menuntut transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar dari FIFA. Tanpa itu, keraguan yang timbul akan terus membesar, mengancam stabilitas dan reputasi sepak bola global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait