Dunia panggung teater kembali diramaikan oleh kehadiran dua bintang besar, Asri Welas dan Dewi Gita. Keduanya dipastikan akan tampil memukau dalam drama musikal kolosal bertajuk Sangkala Nyimas Gandasari. Pertunjukan megah ini dijadwalkan berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 14 Juni 2026 mendatang.
Di bawah arahan sutradara kawakan Denny Malik, Asri Welas dipercaya memerankan tokoh Putri Ong Tien. Sementara itu, penyanyi ternama Dewi Gita didapuk memainkan peran Ibu Dayang. Bagi keduanya, proyek ini bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan sebuah perjalanan emosional yang membawa mereka kembali belajar dari dasar.
Asri Welas mengakui bahwa keterlibatannya kali ini menuntut dedikasi tinggi layaknya memulai karier dari nol. Meski sudah malang melintang di dunia akting film dan televisi, Asri merasa panggung teater memiliki tantangan yang jauh berbeda. Baginya, teater adalah dunia tanpa ruang untuk kesalahan.
Berbeda dengan produksi film yang memungkinkan adanya pengulangan adegan atau cut, pementasan langsung menuntut kesempurnaan sejak menit pertama. Asri harus mempersiapkan fisik serta mental secara ekstra agar tidak melakukan kesalahan di depan penonton. Hal ini membuatnya harus mengikuti latihan intensif yang telah dimulai sejak April lalu.
Masa lalu Asri di dunia seni sebenarnya sudah terasah sejak era 1980-an bersama GSP Production milik Guruh Soekarnoputra. Menariknya, Denny Malik yang kini menjadi sutradaranya adalah sosok senior yang dulu menggemblengnya. Kini, ia harus kembali ditempa oleh sosok yang sama untuk memberikan performa maksimal di atas panggung.
Awalnya, Asri sempat merasa minder karena harus beradu akting dengan deretan penyanyi profesional seperti Daniel Christianto, Aldafi Adnan, Aisyah Fadhila, Belmiro Allie, dan Bima Zeno. Ia khawatir karakter suaranya yang khas tidak mampu mengimbangi talenta muda tersebut. Namun, motivasi dari Denny Malik berhasil membakar semangatnya untuk terus berlatih.
Asri mengaku sangat terkesan dengan dedikasi para pemain muda dalam proyek ini. Ia melihat kemampuan vokal dan olah gerak mereka sangat luar biasa sebagai hasil dari proses latihan yang panjang. Pengalaman ini pun menjadi pengingat bagi Asri bahwa seorang seniman harus terus mengasah diri tanpa memandang status senioritas.
Drama musikal ini diprediksi menjadi salah satu agenda budaya paling dinanti tahun 2026. Dengan kolaborasi antara talenta senior dan bakat muda, Sangkala Nyimas Gandasari diharapkan mampu menyuguhkan tontonan seni pertunjukan berkualitas tinggi bagi masyarakat Jakarta. Seluruh persiapan kini telah memasuki tahap akhir demi memastikan kesuksesan pementasan di Taman Ismail Marzuki bulan Juni nanti.











