Sebuah insiden kebakaran besar melanda Hotel Fairfield Inn & Suites di Lincoln Utara pada Senin malam, meluluhlantakkan seluruh bangunan dan diperkirakan menimbulkan kerugian mencapai 7 juta dolar AS atau sekitar Rp114 miliar. Api yang diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan ini memaksa ratusan tamu dan staf dievakuasi, meskipun beruntung tidak ada korban luka jiwa dalam peristiwa nahas tersebut.
Kebakaran mulai terdeteksi sekitar pukul 18.50 waktu setempat ketika seorang warga melihat kobaran api kecil di area vegetasi luar hotel. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh petugas Lincoln Fire and Rescue yang langsung meluncur ke lokasi di dekat persimpangan Jalan 27th and Superior. Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati api telah menjalar dengan cepat dari dinding luar bagian bawah bangunan, merambat naik hingga ke area atap.
Manajemen hotel, yang segera menerima laporan dari warga, sigap mengaktifkan sistem alarm kebakaran dan memerintahkan evakuasi seluruh tamu yang menginap. Beberapa staf hotel bahkan sempat berupaya memadamkan api awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia, namun intensitas api yang terus membesar membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Kepala Batalyon Lincoln Fire and Rescue, Jim Bopp, memimpin langsung operasi pemadaman. Tim pemadam awalnya menerapkan strategi ofensif, melakukan penyisiran di dalam gedung untuk memastikan tidak ada tamu yang tertinggal, terutama di lantai tiga. Namun, situasi berubah menjadi sangat berbahaya ketika struktur atap bangunan mulai runtuh, memaksa seluruh personel pemadam kebakaran untuk segera menarik diri dari dalam gedung dan beralih ke taktik defensif dari jarak aman.
Akibat amukan api yang tak terkendali, lantai dua dan lantai tiga bangunan hotel mengalami keruntuhan total hingga ke lantai dasar. Keterangan dari salah seorang karyawan meja depan hotel, Aaron Schmoldt, menggambarkan momen kepanikan saat api pertama kali muncul. "Seseorang datang dan berteriak ‘kebakaran’," ujar Schmoldt. Ia sempat mencoba memadamkan api di luar gedung menggunakan APAR, namun tak lama kemudian, situasi berubah drastis. "Saya keluar, mengambil APAR untuk mencoba memadamkannya, dan detik berikutnya gedung itu meledak," tuturnya.
Ledakan yang terjadi sontak mengejutkan para tamu hotel. Victor Randazzo, salah seorang tamu yang sedang menginap, menceritakan pengalamannya yang nyaris membahayakan nyawa. "Saya melihat ke lorong dan melihat api," kata Randazzo. Ia segera memutuskan untuk berlari keluar gedung tanpa sempat memikirkan barang bawaannya. "Saya berkata, ‘Ya Tuhan, ini saatnya keluar dari sini’," ungkapnya.
MJ Lierman, Petugas Informasi Publik Lincoln Fire and Rescue, menjelaskan bahwa sistem alarm internal hotel tidak berbunyi di awal kejadian karena api belum masuk ke dalam ruangan, sehingga sensor asap tidak terdeteksi. "Manajer hotel yang memberi tahu dan membunyikan alarm kebakaran karena tidak ada alarm asap dan tidak ada apa-apa di dalam interior," jelas Lierman. Ia menambahkan bahwa meskipun api terlihat di luar, tim pemadam sempat mencoba memadamkannya dengan APAR di vegetasi luar.
Namun, kondisi bangunan yang cepat memburuk secara signifikan membuat seluruh personel pemadam kebakaran harus mengubah strategi secara drastis. "Kami menggeledah gedung, memastikan tidak ada orang di ruangan lain sampai kami benar-benar harus keluar dan beralih ke pertahanan terhadap struktur karena mulai runtuh," kata Lierman.
Penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang menyimpulkan bahwa titik api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan di luar gedung. Material luar bangunan yang mudah terbakar kemudian memicu api, yang merambat ke ruang dinding yang tersembunyi sebelum akhirnya mencapai area loteng. Lierman menekankan betapa beruntungnya kejadian ini tidak terjadi di malam hari atau saat para tamu sedang terlelap. "Jika ini terjadi nanti malam atau saat orang-orang tidur, situasinya akan sangat berbeda," ujarnya.
Respons cepat dari warga dan staf hotel sangat krusial dalam menyelamatkan seluruh penghuni sebelum atap bangunan runtuh menimpa area parkir. "Kami sangat beruntung ada warga yang melihatnya saat itu dan semuanya berjalan lancar seperti yang seharusnya," imbuh Lierman.
Seorang tamu asal Minnesota, Ryan Viets, mengaku terkejut karena salah satu jalur penyelamatan di sisi barat gedung sudah tidak bisa diakses akibat tebalnya asap. "Saya tahu saya harus keluar ketika saya melihat asap itu," kata Viets. Ia terpaksa meninggalkan seluruh barang bawaannya di dalam kamar hotel dan menyaksikan langsung bagaimana sebagian atap bangunan runtuh ke arah sebuah mobil yang terparkir. "Kami bahkan tidak bisa menuruni tangga di sisi barat," keluhnya.
Menyikapi situasi para tamu yang kini kehilangan tempat tinggal, Palang Merah Amerika Serikat telah dikerahkan ke lokasi untuk memberikan bantuan akomodasi sementara bagi mereka yang terdampak kebakaran hebat ini. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan keselamatan, terutama terkait penanganan puntung rokok yang sembarangan, serta pentingnya sistem peringatan dini kebakaran yang berfungsi optimal.











