PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak nonsubsidi per 1 Juli 2026. Kebijakan ini membawa angin segar bagi para pengguna kendaraan yang mengandalkan produk BBM dengan oktan serta cetane tinggi.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari evaluasi berkala. Keputusan tersebut mengacu pada tren harga minyak dunia, formula perhitungan pemerintah, serta upaya menjaga daya beli masyarakat.
Sepanjang Juni 2026, harga minyak mentah dunia memang menunjukkan tren penurunan. Data mencatat harga West Texas Intermediate berada di kisaran US$ 71,533 per barel dan Brent di angka US$ 74,835 per barel. Kondisi pasar yang fluktuatif ini membuat Pertamina harus menjaga harga produk nonsubsidi tetap kompetitif.
Berdasarkan data terbaru per 3 Juli 2026, penurunan harga paling signifikan terjadi pada produk Pertamina Dex dan Dexlite. Untuk wilayah Palembang yang menerapkan PBBKB 5 persen, Pertamina Dex kini turun Rp3.650 menjadi Rp21.650 per liter. Sementara Dexlite turun Rp3.350 menjadi Rp20.150 per liter, dan Pertamax Turbo terkoreksi Rp1.450 menjadi Rp19.750 per liter.
Penting untuk dicatat bahwa harga BBM di setiap daerah tidak seragam. Perbedaan ini dipicu oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah. Oleh karena itu, konsumen di Palembang akan mendapati harga yang berbeda tipis dibandingkan dengan wilayah Jabodetabek.
Khusus untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, Pertamina memastikan tidak ada perubahan harga. Pertalite tetap dibanderol Rp10.000 per liter dan Biosolar di angka Rp6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan harga tetap ini menjadi komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menengah ke bawah.
Dorongan untuk melakukan penyesuaian harga ini juga datang dari Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan. Ia meminta direksi agar segera menyesuaikan harga BBM nonsubsidi sejak Juni demi merespons kondisi pasar energi global.
Bagi masyarakat, penurunan harga ini tentu memberikan dampak positif bagi pengeluaran bulanan. Terutama bagi pelaku sektor logistik, armada usaha, maupun pengendara pribadi yang menggunakan mesin diesel atau bensin beroktan tinggi.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk selalu bijak dalam memilih BBM sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan. Langkah perawatan rutin, pengisian bahan bakar saat suhu dingin, hingga memanfaatkan aplikasi MyPertamina menjadi cara efektif untuk lebih menghemat konsumsi bahan bakar.
Informasi mengenai daftar harga resmi ini dapat dipantau langsung melalui laman mypertamina.id. Perlu diingat bahwa harga yang berlaku saat ini bersifat dinamis dan dapat kembali berubah pada bulan berikutnya menyesuaikan kondisi ekonomi global.











