Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Tiba di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Maraton

Heni Maulidya

TEHERAN – Jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya tiba di Teheran pada Jumat (3/7).

Khamenei diketahui meninggal dunia setelah menjadi target serangan brutal yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat dan Israel.

Kedatangan jenazah tersebut dikonfirmasi oleh kantor berita pemerintah Iran, IRNA, yang melaporkan peti tiba di kompleks Masjid Agung Teheran.

Situasi di lokasi tampak emosional. Rekaman video dari media semi-pemerintah, Far News, menunjukkan sejumlah orang mengerubungi peti yang diselimuti bendera Iran.

Peti tersebut diangkat oleh petugas menuju area khusus yang telah disiapkan untuk prosesi penghormatan terakhir.

"Jenazah Pemimpin Revolusi Islam yang gugur telah tiba di Masjid Agung Imam Khomeini pada Jumat pagi," tulis laporan tersebut.

Laporan itu menambahkan bahwa jenazah akan segera menjalani serangkaian upacara perpisahan sebelum dimakamkan secara resmi.

Persiapan di lokasi terlihat sangat intensif. Beberapa pekerja tampak sibuk membersihkan kompleks keagamaan hingga menyusun panggung khusus bagi peti jenazah.

Panitia juga telah mengatur kursi bagi pihak keluarga yang akan menghadiri upacara pelepasan.

Sesuai jadwal, jenazah Khamenei akan disemayamkan di Masjid Agung Imam Khomeini selama dua hari, yakni pada 4 dan 5 Juli.

Masyarakat umum diperkirakan akan memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin tersebut.

Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa prosesi ini akan berskala internasional.

Perwakilan dari 100 negara, termasuk delegasi dari Rusia dan Pakistan, dijadwalkan hadir untuk memberikan penghormatan.

Rangkaian pemakaman ini akan berlangsung panjang dan berpindah-pindah lokasi di dua negara.

Setelah dari Teheran pada 6 Juli, prosesi akan berlanjut ke kota Qom pada 7 Juli.

Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Irak untuk upacara di kota suci Najaf dan Karbala pada 8 Juli.

Tahap akhir rangkaian pemakaman akan kembali ke Iran, tepatnya di kota suci Masyhad pada 9 Juli.

Masyhad sekaligus ditetapkan sebagai lokasi peristirahatan terakhir bagi Ayatollah Ali Khamenei.

Hingga saat ini, pihak otoritas Iran terus mematangkan koordinasi pengamanan untuk kelancaran prosesi kenegaraan tersebut.

Kepergian Khamenei menyisakan duka mendalam bagi pendukungnya di tengah ketegangan geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah.

Publik dunia kini menyoroti bagaimana Iran akan merespons situasi pasca-gugurnya pemimpin tertinggi mereka.

Seluruh persiapan di berbagai kota tujuan pemakaman dilaporkan telah mencapai tahap akhir.

Prosesi ini diprediksi akan menjadi salah satu acara pemakaman paling masif di kawasan tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All