Jejak Emas Sang Jagoan Dangdut: Syarif Hidayatulloh Melaju ke Final Audisi D’Academy 8

Wibowo

Syarif Hidayatulloh, pemuda asal Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, berhasil mengukir langkah gemilang di panggung pencarian bakat dangdut terbesar di tanah air. Ia sukses menggenggam tiket emas atau golden ticket dalam audisi D’Academy 8 yang ditayangkan di Indosiar, membuka jalan menuju babak Final Audition. Perjalanan Syarif ini menjadi sorotan setelah melewati serangkaian seleksi ketat yang diuji langsung oleh para juri ternama.

Mahasiswa Program Studi Musik Universitas Negeri Surabaya ini menunjukkan performa memukau di hadapan dewan juri yang terdiri dari artis dangdut kawakan seperti Soimah, Dewi Perssik, dan Wika Salim. Dalam audisi Grup 1, Syarif berhasil memukau para juri dan bersanding dengan peserta lain, Putri Alexandria, yang juga berhasil mengamankan tiket menuju babak selanjutnya. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bakat dan kerja keras Syarif dalam dunia musik dangdut.

Raihan golden ticket ini disambut dengan rasa syukur mendalam oleh Syarif. Ia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang senantiasa memberikan dukungan tak terhingga. Dukungan dari FORSA (Forum Silaturahmi Organisasi) serta semangat dari teman-teman terkasih turut menjadi motivasi berharga baginya. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada orang tua saya yang selalu mendukung dan mensupport saya dalam setiap langkah. Terima kasih juga kepada FORSA yang ikut mendukung, serta teman-teman tercinta yang selalu memberikan semangat," ungkap Syarif Hidayatulloh, Peserta D’Academy 8.

Menghadapi para juri papan atas seperti Soimah, Dewi Perssik, dan Wika Salim memang memberikan tantangan tersendiri. Syarif mengakui bahwa proses penilaian tersebut sangatlah ketat dan penuh tekanan. Namun, justru di situlah letak keistimewaan ajang sebesar D’Academy 8. "Tidak mudah untuk bisa mengikuti ajang pencarian bakat sebesar ini. Saya benar-benar tidak menyangka bisa lolos. Rasanya sangat senang karena ini kesempatan emas bagi saya," ujarnya penuh antusias.

Bagi Syarif, D’Academy 8 bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan sebuah platform untuk menggapai impian dan membanggakan keluarga serta daerah asalnya. Ia memiliki harapan besar untuk dapat mengangkat derajat orang tua dan mengharumkan nama baik Kabupaten Tuban di kancah nasional. "Harapan saya ke depan semoga bisa mengangkat derajat orang tua saya dan mengharumkan nama baik Tuban. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung. Mohon doa dan dukungan untuk seluruh masyarakat Tuban semoga saya bisa melalui semua tahapan dengan lancar dan hasil yang membanggakan," pungkas Syarif Hidayatulloh, Peserta D’Academy 8.

Keberhasilan Syarif Hidayatulloh di audisi D’Academy 8 ini juga menambah daftar panjang talenta muda asal Jawa Timur yang mampu bersaing di kancah nasional. Sebelumnya, Syarif telah mengukir prestasi sebagai Juara I FORSA Idol DPW Jawa Timur di Malang, yang diselenggarakan dengan dukungan Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI). Pengalaman ini tentu menjadi bekal berharga baginya dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di babak-babak selanjutnya.

Di sisi lain, para juri D’Academy 8 terus mendorong para peserta untuk memberikan penampilan terbaik mereka. Wika Salim, salah satu juri, mengajak masyarakat untuk menyaksikan keseruan ajang pencarian bintang dangdut ini. "Ayo pegang erat kedua tanganku, kita saksikan bersama dimulainya pencarian bintang dangdut fenomenal berikutnya," ujar Wika Salim, Juri D’Academy 8, menyiratkan bahwa akan ada banyak kejutan dan talenta luar biasa yang akan bermunculan.

Proses audisi D’Academy 8 sendiri telah melalui tahapan audisi online yang berlangsung dari tanggal 10 April hingga 10 Mei 2026, dilanjutkan dengan audisi offline di tujuh kota besar di Indonesia. Acara yang dipandu oleh jajaran host senior seperti Ramzi, Rina Nose, dan Gilang Dirga ini dijadwalkan akan memasuki babak siaran langsung pada tanggal 27 Juni 2026. Para pemirsa dapat menyaksikan keseruan persaingan para bintang dangdut masa depan melalui saluran Indosiar dan platform digital Vidio.

Perjalanan Syarif Hidayatulloh di D’Academy 8 baru saja dimulai, namun dengan golden ticket yang sudah di tangan, ia kini memiliki kesempatan besar untuk menunjukkan bakatnya lebih luas lagi. Dukungan dari keluarga, komunitas, serta masyarakat Tuban akan menjadi kekuatan moral yang tak ternilai dalam setiap langkahnya menuju panggung impian. Kompetisi ini diprediksi akan semakin memanas seiring berjalannya waktu, dan Syarif diharapkan mampu memberikan penampilan yang konsisten dan menghibur para pecinta musik dangdut Indonesia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All