Yatsushiro, Jepang – Perjuangan pebulu tangkis muda Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, harus terhenti di babak 16 besar Kejuaraan Asia Junior 2026. Langkahnya dijegal oleh wakil Tiongkok, Tian Yue Hong, dalam laga yang berlangsung sengit di Yatsushiro pada Selasa, 2 Juli 2026.
Radithya, yang akrab disapa Radit, harus mengakui keunggulan Tian Yue Hong dengan skor akhir 22-20, 14-21, dan 17-21. Pertandingan ini menjadi catatan penting bagi perjalanan karier junior Radit di kancah internasional.
Usai pertandingan, Radithya Bayu Wardhana mengungkapkan evaluasi pribadi mengenai performanya. Ia mengakui bahwa fokusnya sempat terpecah di beberapa momen krusial pertandingan.
“Game pertama fokus saya masih prima,” ujar Radithya. “Namun di game kedua fokus saya mulai turun dan jadi mati-mati sendiri.”
Perubahan momentum terjadi di game ketiga. Radithya sempat menunjukkan grafik permainan yang positif di awal, namun konsistensinya kembali goyah.
“Game ketiga sempat unggul di awal game namun fokus saya kembali hilang,” tambahnya.
Dari kekalahan ini, Radithya memetik pelajaran berharga. Ia menyadari pentingnya menjaga ketenangan dalam setiap situasi di lapangan.
“Pelajaran yang saya terima dari permainan kali ini adalah harus lebih tenang lagi,” tuturnya.
Ketenangan ini, menurutnya, krusial baik saat tim tertinggal poin maupun saat memimpin.
Menyongsong masa depan, Radithya memiliki target jelas jika terpilih dalam skuad Kejuaraan Dunia Junior (WJC) 2026.
Ia bertekad untuk membenahi aspek kekuatan pukulan, mental bertanding, dan daya tahan fokusnya.
“Jika terpilih di skuad WJC 2026 saya mau meningkatkan power dan mental serta fokusnya,” tegas Radithya.
Kekalahan ini menjadi cambuk bagi Radithya untuk terus berlatih dan berbenah demi meraih prestasi yang lebih gemilang di turnamen-turnamen mendatang.
Kiprah Tian Yue Hong sendiri berlanjut ke babak perempat final, menantang lawan berikutnya demi memperebutkan tiket semifinal.











