Iran Bersiap Gelar Pemakaman Akbar Ayatollah Ali Khamenei Usai Perjanjian Damai Sementara

Heni Maulidya

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan komitmen negaranya untuk membalas kematian mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Janji tersebut disampaikan menyusul tragedi serangan udara yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat di Teheran pada 28 Februari lalu.

Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai kepala negosiator Iran, secara resmi menyerukan kepada seluruh rakyat untuk hadir dalam prosesi penghormatan terakhir. Rangkaian upacara pemakaman dijadwalkan berlangsung di beberapa kota besar, yakni Teheran, Qom, dan Mashhad pada 9 Juli mendatang.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP, Ghalibaf mengajak masyarakat untuk mencatatkan sejarah melalui partisipasi massal. Ia menekankan bahwa seruan bangsa Iran untuk menuntut pembalasan atas kematian sang pemimpin harus terdengar ke seluruh penjuru dunia.

Sesuai dengan wasiat yang ditinggalkan semasa hidupnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad. Prosesi ini diprediksi akan menjadi salah satu acara berkabung terbesar dalam sejarah modern Republik Islam Iran.

Pihak pemerintah Iran saat ini terus berkoordinasi dengan kepolisian serta Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan serta ketertiban selama prosesi berlangsung, mengingat kehadiran para elite politik dari berbagai kalangan.

Rencana pemakaman ini sebenarnya telah mengalami beberapa kali penundaan. Sebelumnya, konflik bersenjata antara Iran dengan pihak AS-Israel sempat menghambat prosesi tersebut. Namun, setelah tercapainya perjanjian damai sementara, pemerintah kini kembali menjadwalkan upacara pemakaman secara terencana.

Penundaan panjang ini diputuskan demi pertimbangan keamanan yang sangat ketat. Mengingat status Khamenei sebagai sosok sentral yang memimpin Republik Islam Iran selama puluhan tahun, pemerintah tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun.

Diperkirakan jutaan pelayat akan memadati jalanan di kota-kota yang menjadi lokasi prosesi. Masyarakat Iran tampak antusias untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dianggap sebagai pilar utama bangsa tersebut.

Pemerintah Iran berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan khidmat. Kehadiran massa yang besar dalam prosesi ini juga diharapkan menjadi simbol solidaritas nasional di tengah situasi politik yang masih sangat dinamis pasca-konflik.

Hingga saat ini, pihak keamanan terus memperketat pengawasan di titik-titik krusial guna memastikan kelancaran acara. Seluruh mata dunia kini tertuju pada Teheran, menanti bagaimana bangsa Iran akan melepas kepergian pemimpin tertingginya sekaligus merespons janji pembalasan yang telah disuarakan oleh para petinggi parlemen.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All