Iran Ancam Balasan Keras Jika AS dan Israel Ganggu Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Heni Maulidya

Pemerintah Iran melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Teheran menegaskan akan mengambil langkah tegas jika kedua negara tersebut melancarkan serangan saat prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berlangsung.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ali Abdollahi, menyampaikan ancaman tersebut pada Kamis (2/7). Ia mendesak musuh-musuh Iran, terutama Washington dan rezim Zionis, untuk tidak melakukan kesalahan perhitungan.

Abdollahi menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran siap memberikan balasan yang sangat keras terhadap segala bentuk agresi atau ancaman yang muncul selama masa berkabung nasional. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Teheran tidak akan tinggal diam di tengah situasi politik yang masih panas.

Ayatollah Ali Khamenei diketahui tewas dalam serangan brutal yang dilakukan AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Sejak insiden tersebut, Iran sempat menunda prosesi pemakaman karena intensitas pertempuran yang masih tinggi di lapangan.

Meski saat ini kedua belah pihak sedang dalam periode gencatan senjata, prosesi pemakaman tetap menjadi perhatian keamanan yang krusial. Saat ini, upaya negosiasi terus dilakukan oleh berbagai pihak demi mengakhiri perang yang berkepanjangan.

Rangkaian upacara penghormatan terakhir bagi mendiang Khamenei dijadwalkan akan dimulai besok, 4 Juli, hingga mencapai puncaknya pada 9 Juli mendatang.

Jenazah Khamenei rencananya akan disemayamkan di Masjid Agung Imam Khomeini pada 4 dan 5 Juli untuk memberikan kesempatan bagi para pelayat memberikan penghormatan terakhir.

Prosesi pemakaman kemudian akan berlanjut ke Teheran pada 6 Juli, disusul upacara di Qom pada 7 Juli. Penghormatan juga akan dilakukan di kota suci Irak, yakni Najaf dan Karbala, pada 8 Juli.

Rangkaian prosesi akan berakhir pada 9 Juli di kota suci Mashhad. Pejabat Iran menyatakan bahwa acara ini akan dihadiri oleh perwakilan dari 100 negara, termasuk delegasi dari Rusia dan Pakistan.

Situasi keamanan di sekitar lokasi pemakaman menjadi prioritas utama pemerintah Iran. Dengan peringatan yang telah dilayangkan oleh Ali Abdollahi, Iran berharap tidak ada pihak luar yang mencoba mengganggu jalannya prosesi pemakaman pemimpin tertinggi mereka tersebut.

Dunia internasional kini tengah memantau ketat perkembangan di Iran. Kehadiran perwakilan dari berbagai negara dalam upacara tersebut mencerminkan posisi diplomatik Iran di tengah konflik yang masih membayangi kawasan Timur Tengah.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All