Jakarta, Industri komponen otomotif dalam negeri semakin menunjukkan taringnya di kancah internasional. Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) menyatakan bahwa sektor manufaktur komponen Tanah Air kini berada dalam fase ekspansi yang solid, sekaligus memperkuat perannya sebagai bagian krusial dalam rantai pasok otomotif global.
Ketangguhan industri ini terlihat dari catatan ekspor yang terus merangkak naik serta kapasitas produksi yang tetap terjaga. Sepanjang 2025, produk komponen buatan Indonesia telah menembus pasar di lebih dari 100 negara. Total nilai ekspor yang dihasilkan pun sangat fantastis, yakni melampaui US$7 miliar atau setara dengan Rp124,4 triliun dengan kurs Rp17.777 per dolar AS.
Sekretaris Jenderal GIAMM, Rachmat Basuki, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, serta negara-negara di kawasan ASEAN menjadi pasar utama bagi produk komponen otomotif Indonesia. Menurut Rachmat, keberhasilan ini adalah bukti bahwa industri nasional sudah mampu bersaing dan memenuhi standar tinggi pasar internasional.
Rachmat menjelaskan bahwa keberhasilan menembus pasar global menuntut pelaku usaha untuk terus meningkatkan daya saing di tengah kompetisi yang ketat. Produktivitas menjadi faktor utama yang menentukan keberlangsungan industri. Dalam hal ini, pembinaan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dinilai memberikan kontribusi signifikan, terutama melalui program implementasi Industri 4.0 dan berbagai pelatihan teknis.
Dukungan pemerintah juga menjadi kunci ketahanan sektor ini, terutama saat menghadapi tantangan besar seperti pandemi COVID-19. Berkat penerapan protokol kesehatan yang ketat, operasional pabrik tetap berjalan, sehingga kontinuitas pasokan ke rantai produksi global tidak terputus.
Di sisi lain, pasar domestik tetap menjadi fondasi penting dalam menciptakan skala ekonomi. Stimulus dari Kemenperin untuk industri kendaraan bermotor terbukti berhasil menjaga permintaan dalam negeri. Berdasarkan data GIAMM, industri otomotif roda empat mencatatkan pertumbuhan sebesar 14 persen secara tahunan (year on year) hingga kuartal I 2026. Kinerja positif ini turut menopang kestabilan pasokan komponen, yang juga didukung oleh pasar kendaraan roda dua.
Pemerintah saat ini terus mendorong transformasi industri menuju kendaraan rendah emisi melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Program tersebut mencakup pengembangan teknologi mulai dari internal combustion engine (ICE) hingga battery electric vehicle (BEV). Selain itu, terdapat arahan untuk meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) secara bertahap hingga mencapai 80 persen.
Rachmat menegaskan bahwa Kemenperin secara konsisten memberikan arah kebijakan yang strategis agar industri komponen nasional semakin terintegrasi dengan rantai pasok dunia. Pemerintah terus memacu pelaku industri melalui berbagai regulasi yang dirancang untuk mempercepat adaptasi teknologi dan standar manufaktur modern.











