Indonesia Incar Posisi 5 Ekonomi Terbesar Dunia, Purbaya Yudhi Sadewa Bocorkan Kuncinya

Rini Widiyarti

Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk masuk dalam jajaran lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045. Target besar ini diproyeksikan terealisasi dengan capaian Produk Domestik Bruto atau PDB mencapai USD5 triliun.

Selain itu, pemerintah juga membidik pendapatan per kapita masyarakat Indonesia melampaui angka USD15.000 atau setara Rp266,8 juta per tahun. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya memaparkan strategi tersebut saat memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro, Semarang, pada Jumat 3 Juli 2026. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia yang unggul menjadi prasyarat utama.

SDM di Indonesia harus produktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi yang sangat pesat. Purbaya menekankan bahwa kebijakan fiskal yang disiplin adalah instrumen kunci untuk mencapai visi tersebut.

Pemerintah terus mengoptimalkan potensi strategis nasional sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045. Modal tersebut mencakup posisi geografis yang menguntungkan, kekayaan sumber daya alam, hingga bonus demografi.

Pengelolaan APBN dilakukan untuk menjaga stabilitas makro serta mempertebal investasi di sektor SDM. Langkah ini mengacu pada amanat Pasal 33 UUD 1945 demi mewujudkan kemakmuran rakyat yang berkelanjutan.

Untuk mencetak talenta inti transformasi ekonomi, pemerintah memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika atau STEM dengan ilmu sosial, humaniora, hingga ekonomi.

Komitmen tersebut dibuktikan melalui alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun dalam APBN Tahun Anggaran 2026. Dana jumbo ini difokuskan untuk memperluas akses pendidikan serta meningkatkan mutunya secara nasional.

Anggaran tersebut juga digunakan untuk revitalisasi bangunan sekolah dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Selain itu, pemerintah turut memperkuat pendanaan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP.

Pemerintah kini melakukan penajaman klaster penerima beasiswa LPDP agar lebih selaras dengan kebutuhan industri strategis. Skema beasiswa yang sebelumnya bersifat umum kini difokuskan pada bidang-bidang prioritas tertentu.

Bidang yang menjadi fokus utama antara lain sektor pangan, energi, kesehatan, dan pertahanan. Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan bidang digitalisasi, kecerdasan artifisial, hingga semikonduktor.

Fokus beasiswa juga mencakup hilirisasi, maritim, manufaktur, material maju, serta kewirausahaan. Penajaman ini diharapkan mampu mencetak tenaga ahli yang siap menjawab tantangan industri masa depan Indonesia.

Dengan kombinasi kebijakan fiskal yang sehat dan investasi SDM yang terarah, Indonesia optimistis mampu bersaing di level global. Target ini menjadi langkah nyata dalam mengukuhkan posisi Indonesia di panggung ekonomi dunia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All