IKN Siap Jadi Kota Pintar: Kolaborasi Rp115 M dengan Korsel Wujudkan Smart City 2027

Emanuel

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergerak maju dengan visi menjadi kota pintar atau smart city yang terintegrasi penuh dengan teknologi informasi, data, dan konektivitas. Konsep ini dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, meningkatkan efisiensi pelayanan publik, serta secara berkelanjutan meningkatkan kualitas hidup seluruh warga. Langkah nyata dalam mewujudkan visi ini ditandai dengan groundbreaking Smart City Cooperation Center (SCCC), sebuah kolaborasi senilai Rp115,94 miliar antara Otorita IKN dan Pemerintah Korea Selatan.

Pusat kerja sama teknologi kota cerdas ini akan berlokasi strategis di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Pemilihan lokasi ini dinilai oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, sebagai penguatan sinergi antara Indonesia dan Korea Selatan dalam mengembangkan IKN sebagai pionir kota cerdas di masa depan. Basuki menegaskan bahwa seluruh proses perizinan terkait pembangunan SCCC berada di bawah koordinasi Otorita IKN.

"Untuk semua perizinan, jangan khawatir semuanya ada di kami (Otorita IKN). Pemanfaatan bangunan ini sangat bagus idenya dan saya berharap dari Bapak/Ibu bisa membantu kami, membangun smart city laboratorium dan bisa digunakan untuk pendidikan, serta memperkenalkan teknologi dari Korea Selatan," ujar Basuki, mengutip dari detikcom pada Sabtu, 20 Juni 2026. Harapan besar disematkan pada SCCC untuk tidak hanya menjadi pusat pengembangan teknologi, tetapi juga sebagai wadah transfer pengetahuan dan edukasi bagi generasi mendatang.

Total nilai hibah kerja sama untuk SCCC mencapai 9,9 miliar KRW, atau setara dengan Rp115,94 miliar. Komponen terbesar dari hibah ini dialokasikan untuk pembangunan fisik gedung SCCC, yaitu sebesar 5,5 miliar KRW atau sekitar Rp64,41 miliar. Bangunan berukuran sekitar 1.098 meter persegi ini direncanakan memiliki dua lantai. Lantai pertama akan difungsikan sebagai control room dan ruang pertemuan, sementara lantai kedua akan menjadi area pameran serta dilengkapi dengan laboratorium kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan robotika.

Lebih dari sekadar bangunan, area luar gedung SCCC juga akan dimanfaatkan secara optimal. Konsep urban farming akan diterapkan sebagai bagian dari demonstrasi teknologi kota cerdas, menunjukkan bagaimana inovasi dapat bersinergi dengan lingkungan. Pembangunan fisik gedung SCCC ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu sepuluh bulan, dengan estimasi rampung pada akhir tahun 2027. Kehadiran SCCC diharapkan dapat menjadi katalisator bagi adopsi teknologi masa depan di IKN.

Selain pembangunan infrastruktur fisik, hibah SCCC juga mencakup aspek penting lainnya. Korea Institute of Civil Engineering and Construction Technology (KICT) akan bertanggung jawab dalam penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol. Sementara itu, University of Seoul akan mengelola Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program. Inisiatif-inisiatif ini dirancang untuk memfasilitasi transfer pengetahuan, memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia, membangun jejaring akademik, serta mempererat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang pengembangan kota cerdas.

Director Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT) Korea Selatan, Choi Jung-won, menyampaikan optimisme bahwa SCCC akan menjadi platform kerja sama jangka panjang yang berkelanjutan. Ia membandingkan potensi IKN dengan keberhasilan Korea Selatan dalam mengembangkan Sejong City, yang kini dikenal sebagai kota pintar percontohan. "Seperti halnya di Korea, Korea juga membangun sebuah kota baru yang menjadikannya sebagai sebuah kota pintar, yaitu Sejong. Maka dari itu, Nusantara dapat memiliki kesempatan tersebut juga, melalui kolaborasi teknologi smart city yang kita miliki," ujar Choi Jung-won.

Otorita IKN memiliki harapan besar agar SCCC dapat bertransformasi menjadi pusat kolaborasi kota cerdas Indonesia-Korea yang dinamis. SCCC diharapkan menjadi laboratorium digital dan lingkungan yang inovatif, tidak hanya untuk ekosistem pendidikan di wilayah IKN, tetapi juga sebagai wadah demonstrasi solusi kota cerdas terkini. Lebih jauh lagi, SCCC diharapkan mampu mendorong pengembangan ekosistem teknologi yang kuat di Nusantara, sejalan dengan visi IKN sebagai ibu kota masa depan Indonesia.

Keberadaan SCCC ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai kota futuristik yang mengedepankan teknologi dan keberlanjutan. Kolaborasi dengan Korea Selatan, yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan teknologi perkotaan, diharapkan dapat mempercepat pencapaian visi tersebut. Dengan demikian, IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi simbol kemajuan teknologi dan inovasi perkotaan di Indonesia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All