New Jersey – Erling Haaland kembali tampil gemilang dengan mencetak dua gol, mengantarkan Norwegia meraih kemenangan 3-2 atas Senegal dalam laga yang berlangsung di tengah guyuran hujan di New Jersey. Kemenangan ini memastikan satu tempat bagi Norwegia di babak 32 besar Piala Dunia, sebuah pencapaian bersejarah bagi timnas negara Skandinavia tersebut yang terakhir kali menembus fase gugur pada edisi 1998.
Para pemain Norwegia merayakan kelolosan mereka dengan luapan emosi di lapangan yang basah kuyup. Selebrasi khas "Viking rowing boat" yang diiringi tabuhan drum oleh kapten Martin Ødegaard menjadi momen yang menghangatkan suasana di tengah dinginnya cuaca New Jersey. Momen ini dengan cepat menyebar di media sosial, menunjukkan kegembiraan yang tulus atas pencapaian luar biasa ini.
Norwegia, yang sebelumnya tidak dipandang sebagai kuda hitam, membuktikan diri sebagai tim kuat dengan kedalaman skuad yang mumpuni. Meskipun sering diingatkan bahwa kekuatan tim ini tidak hanya bergantung pada Erling Haaland, tak dapat dipungkiri bahwa kehadiran bintang Manchester City itu memberikan dampak monumental. Haaland kembali menunjukkan ketajamannya dengan dua golnya, menambah total empat golnya di turnamen ini, membawa catatan golnya menjadi 59 gol dalam 52 penampilan internasional untuk Norwegia, dan 16 gol dalam delapan pertandingan terakhirnya. Statistik ini sungguh luar biasa dan menunjukkan dominasinya.
Dalam pertandingan ini, Norwegia sempat memulai laga dengan tempo lambat, namun bangkit dan mendominasi Senegal dengan mencetak tiga gol dalam kurun waktu 15 menit, baik sebelum maupun setelah jeda babak pertama. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Senegal, yang bersama Irak kini berada di dasar klasemen Grup I tanpa poin. Absennya Senegal dari fase gugur, meski memiliki skuad bertabur bintang, menjadi salah satu catatan menarik di Piala Dunia kali ini, yang formatnya kerap menuai kritik.
Pertandingan di New York New Jersey Stadium ini berlangsung di bawah langit mendung dan guyuran hujan yang tak henti-hentinya. Suasana dingin terasa kontras dengan cuaca panas beberapa hari sebelumnya. Stadion yang akan menjadi tuan rumah final turnamen ini memiliki arsitektur yang megah, dengan tribun bertingkat tanpa atap dan deretan speaker hitam besar yang menggantung di atas lapangan, menciptakan nuansa seperti koloseum.
Sejak awal, Norwegia menunjukkan intensitas tinggi. Mereka memenangkan beberapa sepak pojok dan menempatkan pemain-pemain jangkung mereka di area penalti lawan, mengadaptasi taktik yang biasa digunakan oleh Arsenal. Bertahan dari set-piece Norwegia terbukti menjadi tugas yang sulit bagi lawan. Peluang pertama datang dari sundulan Kristoffer Ajer yang masih bisa diblok kiper Senegal, Édouard Mendy, dari jarak dekat.
Senegal sempat mencoba menekan di sisi kanan, namun serangan mereka kurang terarah. Nicolas Jackson terlihat aktif namun kerap terjebak offside. Pemain bertahan Norwegia, Julian Ryerson, harus ditarik keluar pada menit ke-12 karena cedera otot dan digantikan oleh Marcus Holmgren Pedersen. Pergantian pemain ini tidak mengurangi intensitas serangan Norwegia, terbukti dengan aksi Pedersen yang melepaskan umpan silang matang kepada Ødegaard, yang tendangan volinya masih melebar.
Babak pertama pertandingan berjalan cukup buntu dengan kualitas permainan yang tidak terlalu tinggi. Namun, menjelang akhir babak, Norwegia menampilkan momen terbaik mereka. Antonio Nusa melepaskan umpan silang diagonal yang disambut Haaland dengan sundulan cerdik untuk diteruskan kepada Ødegaard. Sayangnya, tendangan voli Ødegaard berhasil digagalkan oleh kaki Mendy.
Menjelang akhir babak pertama, Norwegia tampaknya menyadari kelemahan lawan yang tampak kurang bersemangat. Gol pembuka tercipta berkat kombinasi dua kesalahan fatal pemain Senegal dan penyelesaian akhir yang tajam. Kalidou Koulibaly kehilangan bola tanpa tekanan di dekat kotak penalti Senegal, yang kemudian dimanfaatkan Pedersen untuk mencetak gol dari sisi luar. Tendangan Pedersen sebenarnya cukup baik, namun Mendy seharusnya bisa mengantisipasinya.
Haaland nyaris menambah keunggulan di masa injury time ketika Mendy melakukan blunder saat menguasai bola. Namun, tendangan lengkung Haaland dari sisi kanan hanya membentur tiang jauh. Meski demikian, gol dari Haaland seolah tinggal menunggu waktu, terutama dengan adanya kesalahan dari Koulibaly dan performa kiper Senegal yang tampak kurang meyakinkan.
Gol kedua Norwegia datang tiga menit setelah babak kedua dimulai, melalui skema serangan yang nyaris sempurna. Ødegaard membawa bola ke depan, menahan laju sejenak, lalu memberikan umpan terobosan sempurna ke celah di antara dua bek Senegal yang disambut lari Haaland. Umpan tersebut membuat Koulibaly tergelincir dan tak berdaya. Haaland dengan sigap melepaskan tendangan keras kaki kiri ke sudut atas gawang, menunjukkan ketenangan dan keahliannya sebagai seorang predator di kotak penalti.
Senegal berusaha bangkit dan berhasil memperkecil kedudukan pada menit ke-52 melalui pergerakan cepat Sadio Mané yang memberikan umpan kepada Ismaïla Sarr. Sarr berhasil melewati satu pemain bertahan dan menaklukkan kiper Ørjan Nyland dengan sentuhan tipis.
Namun, Haaland kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-57, lagi-lagi memanfaatkan kesalahan Koulibaly yang gagal mengontrol bola di depan gawangnya. Patrick Berg memotong bola dan mengirimkan umpan silang yang diselesaikan Haaland dengan tendangan voli kaki kanan yang terukur, merobek jala gawang Senegal di bawah mistar.
Senegal terus menekan di menit-menit akhir dan berhasil mencetak gol kedua melalui Sarr. Namun, penampilan mereka yang tampak ragu-ragu dan kurang terorganisir tidak sesuai dengan kepercayaan diri yang mereka tunjukkan sebelum turnamen. Pelatih Senegal, Pape Thiaw, yang sebelumnya menyatakan lebih baik mengundurkan diri daripada menyerah pada ambisi Senegal menjuarai Piala Dunia, masih memiliki peluang. Kemenangan atas Irak di laga terakhir bisa saja membawa Senegal lolos.
Thiaw sendiri sempat memuji Norwegia sebagai tim Eropa terbaik saat ini, dan penampilan mereka di pertandingan ini memang menunjukkan kualitas yang solid, dengan kombinasi permainan bertahan yang tangguh dan serangan yang cepat serta kreatif. Norwegia memiliki dukungan suporter yang luar biasa dan tanpa beban ekspektasi yang berat. Ditambah dengan ketajaman Haaland yang mematikan, mereka layak disebut sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di Piala Dunia yang kali ini terasa lebih terbuka.











