Monday, 13 July 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Gol Tangan Tuhan dan Gol Solo Run: Momen Maradona Mengubur Mimpi Inggris di Piala Dunia 1986

Oleh Danu Ilham July 13, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Mexico City – Perhelatan Piala Dunia 1986 di Meksiko menjadi saksi bisu dominasi seorang Diego Armando Maradona atas tim nasional Inggris. Dalam sebuah pertandingan perempat final yang dikenang sepanjang masa, Argentina yang dipimpin oleh sang legenda berhasil menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1.

Pertandingan yang digelar di Stadion Azteca, Mexico City, pada 22 Juni 1986, itu bukan sekadar adu taktik dan kekuatan. Lebih dari itu, laga ini menjadi panggung bagi Maradona untuk mempertontonkan dua sisi permainan yang kontras, namun sama-sama mematikan.

Gol pertama Argentina, yang kemudian melegenda sebagai ‘Gol Tangan Tuhan’, tercipta pada menit ke-51. Maradona melompat menyambut umpan silang dari Jorge Valdano. Bola tampak mengenai tangan kirinya sebelum bersarang di gawang Inggris yang dijaga Peter Shilton. Wasit Ali Bennaceur dari Tunisia, meski sempat ragu, akhirnya mengesahkan gol tersebut.

Insiden kontroversial ini sontak memicu perdebatan sengit. Para pemain Inggris memprotes keras, namun keputusan wasit tidak dapat diubah. Maradona sendiri kemudian mengakui dengan jenaka, ‘Sedikit dengan kepala Maradona, dan sedikit dengan tangan Tuhan.’

Namun, Maradona tidak berhenti di situ. Empat menit berselang, ia mencetak gol yang dianggap sebagai salah satu gol terindah dalam sejarah sepak bola. Berawal dari pergerakan di lini tengah, Maradona melewati empat pemain bertahan Inggris sebelum akhirnya menaklukkan Shilton dengan tendangan akurat.

Gol solo run yang spektakuler ini seolah menjadi penebus atas kontroversi gol sebelumnya. Ia menunjukkan kejeniusan individu, kecepatan luar biasa, dan determinasi tinggi yang sulit dibendung oleh lini pertahanan Inggris yang digalang oleh para pemain seperti Terry Butcher dan Gary Stevens.

Inggris sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Gary Lineker pada menit ke-81. Namun, keunggulan 2-1 Argentina bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke babak semifinal, dan akhirnya menjadi juara Piala Dunia 1986.

Pertandingan melawan Inggris ini tidak hanya menjadi momen penting bagi Argentina, tetapi juga mengukuhkan status Diego Maradona sebagai ikon sepak bola dunia. Ia membuktikan bahwa di lapangan hijau, kecerdikan, keberanian, dan bakat luar biasa bisa mengubah jalannya sejarah, bahkan di tengah kontroversi sekalipun.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait