JAKARTA – Salah satu band rock alternatif legendaris Tanah Air, Getah Band, memastikan diri kembali aktif berkarya dan menyapa penggemar setelah beberapa waktu vakum. Grup musik yang telah puluhan tahun mewarnai kancah musik Indonesia ini kini tengah mempersiapkan serangkaian proyek ambisius yang menjanjikan, mulai dari rekaman ulang lagu-lagu hits, perilisan piringan hitam atau vinyl, peluncuran boxset eksklusif, hingga penggarapan album berisi materi baru yang dinanti-nantikan.
Kembalinya Getah Band ke panggung musik ditandai dengan penampilan perdana mereka di hadapan publik setelah hiatus singkat. Momen ini sekaligus menjadi ajang reuni bagi para personel untuk melepas kerinduan dengan para penggemar setia dan bertemu kembali dengan rekan-rekan media. Antusiasme terlihat jelas dari para penonton yang memadati venue, menyambut hangat kembalinya band kesayangan mereka.
Vokalis Getah Band, Phil Vezard, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya bisa kembali berdiri di atas panggung. Ia mengungkapkan bahwa penampilan tersebut bukan sekadar konser biasa, melainkan momentum penting untuk menjalin kembali ikatan dengan audiens dan kolega media. "Senang banget malam ini bisa balik tampil di atas panggung. Bulan depan kami juga ada konser lagi. Tanggal 2 Agustus ada acara di Jakarta Timur. Kami belum pernah manggung di sana, jadi excited banget," ujar Phil kepada awak media di Jakarta, Jumat (26/6). Konser mendatang di Jakarta Timur tersebut diperkirakan akan menjadi pengalaman baru bagi band maupun penggemar di wilayah tersebut, menambah daftar panjang perjalanan musikal Getah.
Saat ini, Getah Band yang diperkuat oleh formasi Phil Vezard (vokal), Peter St. John (gitar), Marcel Marcive (bass), dan Richard Mutter (drum) tengah fokus menuntaskan proyek rekaman yang progresnya telah mencapai sekitar 85 persen. Proyek ini menjadi salah satu penanda keseriusan mereka untuk kembali meramaikan industri musik. Peter St. John menjelaskan bahwa proyek rekaman yang hampir rampung ini memang bukan sepenuhnya album berisi materi baru. Sebaliknya, mereka memilih untuk merekam ulang sejumlah lagu lama yang pernah menjadi hits dan identitas band.
"Progresnya sampai sekarang bisa dibilang sudah sekitar 85 persen. Sebenarnya ini bukan album baru, tetapi lagu-lagu lama yang kami rekam ulang. Selain itu, ada juga dua lagu cover yang kami bawakan dengan versi Getah," kata Peter. Keputusan untuk merekam ulang lagu-lagu lama ini dapat diartikan sebagai strategi untuk menyegarkan kembali katalog mereka, memperkenalkan karya-karya terbaik kepada generasi pendengar baru, sekaligus memberikan sentuhan modern pada aransemen yang telah dikenal. Dua lagu cover yang akan disertakan juga diprediksi akan menampilkan interpretasi unik Getah, menunjukkan eksplorasi musikalitas mereka.
Selain proyek rekaman ulang, Getah Band juga memiliki rencana besar lainnya yang ditujukan untuk para kolektor dan penggemar berat. Mereka sedang menyiapkan perilisan piringan hitam (vinyl) dan boxset eksklusif. Di tengah tren revival musik analog, perilisan vinyl menjadi langkah strategis untuk memenuhi permintaan pasar akan format fisik yang otentik dan memiliki nilai seni tinggi. Vinyl tidak hanya menawarkan kualitas suara yang khas, tetapi juga menjadi barang koleksi berharga yang mengabadikan karya musisi dalam bentuk tangible.
Boxset, di sisi lain, seringkali hadir dengan berbagai memorabilia, booklet eksklusif, atau bonus material lainnya, menjadikannya paket premium yang sangat diminati. Kedua format fisik ini akan menjadi bagian integral dari "proyek legacy" yang sedang dipersiapkan oleh Getah Band. Proyek legacy ini adalah bentuk penghormatan dan perayaan terhadap perjalanan panjang mereka di kancah musik, merangkum jejak karier yang telah terukir selama puluhan tahun. Ini juga menjadi cara band untuk meninggalkan warisan artistik yang lebih mendalam dan berkesan bagi para penggemar serta generasi mendatang.
Dalam konteks industri musik modern yang didominasi digital, keputusan Getah Band untuk berinvestasi pada format fisik seperti vinyl dan boxset menunjukkan pemahaman mereka akan nilai sentimental dan koleksi yang dihargai oleh banyak penikmat musik. Hal ini juga mencerminkan upaya mereka untuk menjangkau berbagai segmen pendengar, baik mereka yang menikmati streaming digital maupun para purist yang mengapresiasi keindahan fisik sebuah album.
Dengan serangkaian proyek besar yang tengah digarap, Getah Band tidak hanya membuktikan eksistensinya, tetapi juga menunjukkan komitmen mereka untuk terus berinovasi dan berkarya. Kembalinya band ini diharapkan dapat memberikan warna baru bagi industri musik Indonesia, sekaligus mengobati kerinduan para penggemar yang telah lama menantikan karya-karya segar dari mereka. Antusiasme publik dan media menjadi indikator kuat bahwa Getah Band masih memiliki tempat istimewa di hati para penikmat musik rock alternatif di Tanah Air.











