JAKARTA – Dunia manga One Piece kembali diguncang oleh babak terbaru yang penuh kejutan dan intrik. Chapter 1186, yang bertajuk "Sekali Lagi", resmi dirilis pada Minggu, 28 Juni 2026, pukul 10.00 WIB di platform legal MangaPlus dan Viz Media. Puncak dari bab ini adalah adegan epik yang langsung memicu kehebohan di kalangan penggemar global: Monkey D. Luffy melayangkan pukulan telak ke wajah Imu, entitas misterius yang selama ini diyakini sebagai penguasa tertinggi dunia One Piece.
Momen dramatis ini bukan sekadar aksi impulsif, melainkan sebuah klimaks yang telah dinanti. Bagi pembaca setia One Piece, adegan Luffy menghantam Imu ini secara langsung membangkitkan ingatan pada Chapter 502 di Sabaody Archipelago, ketika Luffy tanpa ragu menyerang Saint Charlos, seorang Naga Langit. Namun, kali ini taruhannya jauh berbeda, mengingat Imu bukanlah bangsawan biasa, melainkan sosok yang telah berdiri di puncak piramida kekuasaan dunia selama ratusan tahun. Konfrontasi ini diprediksi menjadi titik balik krusial dalam "Final Saga" One Piece.
Tiga babak sebelumnya telah membawa pembaca menyelami kilas balik masa lalu Brook, tepatnya 62 tahun silam di Esperia. Chapter 1186 menutup kisah tragis tersebut dengan pengungkapan yang mendalam dan memilukan. Dalam kilas balik tersebut, Gunko digambarkan membunuh Raja Leuven demi mengakhiri perang berkepanjangan di Esperia.
Identitas ayah Gunko akhirnya terungkap sebagai Manmayer Growlo, seorang anggota God’s Knights atau Ksatria Dewa. Visual Manmayer yang tengah merokok dengan ekspresi dingin mengingatkan penggemar pada karakter-karakter kelas berat dalam semesta One Piece, mengindikasikan kekuatan dan pengaruh besar yang dimilikinya. Setelah itu, Gunko menusuk kepala Brook. Meski Brook selamat, luka fisik dan emosional yang ditinggalkannya sangat parah, hingga sempat membuatnya mengira semua kejadian itu hanyalah mimpi buruk.
Detail ini menjadi kunci untuk memahami karakter Brook yang selama ini selalu ceria dan tertawa. Para penggemar telah lama bertanya-tanya mengapa Brook selalu menunjukkan sikap riang. Kilas balik ini secara eksplisit menjawabnya: tawa "Yohhoho" yang menjadi ciri khas Brook ternyata adalah mekanisme pertahanan dirinya untuk mengatasi trauma masa lalu yang mendalam. Pengungkapan ini bukan sekadar lore tambahan, melainkan sebuah penegasan bagaimana Eiichiro Oda membangun karakter Brook selama ratusan chapter, memberikan kedalaman emosional yang jarang ditemukan pada karakter pendukung dalam manga shonen.
Setelah kilas balik Brook tuntas, cerita kembali ke Elbaph di masa kini, di mana Imu dan Loki masih berhadapan. Panel ini menjadi sangat penting karena Imu mulai berbicara tentang kejadian 800 tahun yang lalu, secara langsung menyentuh "Void Century" atau Abad Kekosongan. Abad Kekosongan adalah misteri terbesar yang selama ini menjadi fondasi seluruh lore One Piece. Periode sejarah ini sengaja dihapus oleh World Government, dan seluruh informasinya dideklarasikan terlarang. Para ilmuwan seperti yang ada di Ohara bahkan dibantai karena meneliti topik sensitif ini.
Kenyataan bahwa Imu sendiri, sang penguasa tertinggi, kini mengungkap potongan cerita itu kepada Loki di Elbaph, membuka kemungkinan besar bahwa "Final Saga" akan segera menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah menggantung sejak awal seri. Ini menandai pergeseran naratif yang signifikan, membawa pembaca selangkah lebih dekat ke kebenaran di balik sejarah dunia One Piece.
Puncak chapter ini, dan mungkin salah satu momen paling ikonik dalam sejarah One Piece, terjadi di halaman terakhir. Luffy tiba di medan tempur antara Imu dan Loki. Tanpa dialog pembuka, tanpa ancaman verbal, Luffy langsung berlari dan menghantam Imu tepat di wajah. Panel dramatis itu segera disandingkan oleh komunitas penggemar dengan "splash page" tinju Luffy ke Saint Charlos di Chapter 502.
Strukturnya memang mirip: Luffy melihat seseorang yang berkuasa melakukan sesuatu yang salah, dan responsnya selalu sama, yaitu sebuah tinju. Namun, skalanya tidak bisa dibandingkan. Charlos hanyalah seorang Naga Langit, kelas penguasa yang sudah cukup membuat Luffy bermasalah besar. Imu adalah entitas yang bahkan para Admiral dan Gorosei pun tunduk kepadanya. Hingga akhir chapter, belum jelas apakah Luffy sudah dalam mode Gear 5 saat panel itu terjadi, namun komunitas penggemar berspekulasi kuat ke arah sana, mengingat kekuatan luar biasa yang dibutuhkan untuk menantang Imu. Cliffhanger ini sengaja dibiarkan menggantung, membuat pembaca tidak sabar menantikan kelanjutan ceritanya minggu depan.
Pukulan Luffy ke Imu bukan hanya momen "fan-service" yang memuaskan. Secara naratif, ini bisa menjadi titik balik resmi dimulainya klimaks "Final Saga". Konfrontasi Luffy versus Imu adalah puncak dari narasi yang telah dibangun perlahan sepanjang seri ini, mulai dari Shanks yang meninggalkan topi jerami, terkuaknya Gum-Gum no Mi yang ternyata bukan buah iblis biasa, hingga nama asli Luffy yang terhubung dengan sejarah dunia. Satu hal yang sudah dikonfirmasi, tidak akan ada jeda minggu depan. Chapter 1187 akan tayang sesuai jadwal reguler, langsung melanjutkan momen tinju yang menggemparkan ini.
Pembaca yang ingin mengakses Chapter 1186 secara legal dan gratis dapat mengunjungi MangaPlus by Shueisha maupun Viz Media. Kedua platform ini menyediakan tiga chapter pertama dan tiga chapter terbaru setiap seri tanpa biaya langganan, memungkinkan penggemar untuk mengikuti perkembangan terbaru dari petualangan Monkey D. Luffy dan kru Topi Jerami.











