Indosiar kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam pencarian bakat dangdut Tanah Air dengan meluncurkan D’Academy 8. Musim terbaru ajang kompetisi bergengsi ini akan kembali menghadirkan para alumni terbaik untuk membimbing calon bintang masa depan. Dua nama besar yang dipercaya menempati posisi kunci sebagai coach adalah Fildan dan Melly Lee, yang keduanya telah teruji kapasitasnya di panggung musik dangdut Indonesia.
Kepercayaan untuk kembali menjadi pelatih di D’Academy 8 disambut dengan antusiasme tinggi oleh Melly Lee. Juara LIDA 2020 ini mengungkapkan rasa senang dan bangga atas kesempatan berharga tersebut. Ia menekankan bahwa perannya tidak hanya terbatas pada panggung, melainkan juga melibatkan kerja keras di balik layar untuk memastikan setiap peserta mendapatkan bimbingan maksimal.
"Senang, bangga juga. Kita dipercaya lagi untuk menjadi coach. Pastinya kita akan bekerja di depan dan di belakang layar," ujar Melly Lee saat ditemui di SCTV Tower, Jakarta, pada Senin (29/6/2026). Ia menambahkan bahwa tugas ini bukanlah hal mudah, mengingat setiap peserta memiliki karakter dan potensi yang berbeda-beda. Melly berharap kolaborasi tim coach dapat berjalan baik demi melahirkan talenta terbaik.
Komitmen Melly Lee sebagai mentor tidak hanya sebatas memberikan arahan vokal. Ia berjanji akan mendampingi para kontestan secara menyeluruh agar mereka mampu berkembang pesat dan siap bersaing ketat di industri musik dangdut yang dinamis. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat membentuk tidak hanya penyanyi, tetapi juga seniman dangdut yang berkarakter kuat dan profesional.
Senada dengan Melly Lee, Fildan, juara D’Academy Asia 3, juga menyatakan kesiapannya menghadapi jadwal padat selama masa kompetisi. Pelantun tembang "Demi Cinta" asal Baubau ini bahkan mengaku siap untuk "begadang" demi membimbing dan mengasah kemampuan peserta. Dedikasi ini menunjukkan betapa seriusnya para coach dalam menjalankan tugas mulia mereka.
"Siap begadang lagi," kata Fildan, menggambarkan intensitas persiapan yang akan ia lakukan bersama tim. Ia berharap, kerja sama apik antara para coach ini akan membuahkan hasil optimal, menghasilkan akademia-akademia yang tidak hanya memiliki kemampuan vokal mumpuni, tetapi juga karakter dan ciri khas yang kuat. Fildan percaya, kunci sukses seorang bintang adalah perpaduan bakat dan identitas diri yang unik.
Selain Fildan dan Melly Lee, D’Academy 8 juga melibatkan deretan alumni D’Academy 7 sebagai bagian dari tim coach. Mereka adalah Tasya DA7, Valen DA7, April DA7, Mila DA7, Arbil DA7, Mutia DA7, Robi DA7, Ferdi DA7, Yusuf DA7, dan Andi Syaqirah DA7. Kehadiran para alumni ini diharapkan memberikan perspektif baru serta pengalaman langsung dari mereka yang pernah merasakan kerasnya panggung kompetisi.
Tasya DA7, salah satu alumni yang turut dilibatkan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan ini. Ia mengaku sangat senang bisa menyambut bintang masa depan dari D’Academy 8. "Pastinya semua sangat senang karena akan menyambut bintang masa depan dari DA8. Semoga nanti kita bisa sama-sama belajar," ungkap Tasya, menunjukkan semangat kolaborasi dan keinginan untuk terus berkembang.
Tasya juga menambahkan bahwa meskipun telah berkarier di dunia musik, ia merasa perlu terus belajar sekaligus berbagi pengalamannya kepada para peserta baru. Hal ini penting agar mereka lebih siap menghadapi ketatnya persaingan dan tantangan di industri hiburan. Pengalaman para alumni diyakini menjadi bekal berharga bagi kontestan untuk membangun mentalitas juara.
Sementara itu, Valen DA7 mengenang kembali perjalanannya setahun lalu saat ia masih berstatus sebagai peserta D’Academy. Ia merasakan banyak perubahan positif berkat bimbingan para coach selama kompetisi. "Mungkin kita mengingat perjalanan satu tahun lalu dan sekarang sudah merasakan perubahan, banyak dapat ilmu dari coach dan senior," ujar Valen, menegaskan pentingnya peran mentor dalam membentuk seorang seniman.
Para alumni, termasuk Tasya DA7, meyakini bahwa ilmu yang diberikan oleh para mentor tidak hanya meningkatkan kualitas vokal, tetapi juga membentuk mental peserta agar siap meniti karier sebagai penyanyi profesional. Mereka memastikan bahwa seluruh alumni akan memberikan dukungan penuh kepada perjalanan peserta D’Academy 8 dengan membagikan segala pengalaman yang mereka miliki. "Mungkin kita nanti akan berbagi pengalaman ke semua," pungkas Tasya DA7, menandakan komitmen mereka untuk mendukung generasi penerus dangdut.
D’Academy telah lama dikenal sebagai ajang pencarian bakat yang sukses melahirkan banyak bintang dangdut papan atas. Dengan formasi coach yang kuat, memadukan pengalaman juara senior dan semangat alumni muda, D’Academy 8 diharapkan dapat meneruskan tradisi tersebut. Komitmen Fildan dan Melly Lee untuk ‘begadang’ dan dedikasi seluruh tim coach menjadi jaminan bahwa Indosiar serius dalam menemukan dan mengorbitkan talenta dangdut terbaik Indonesia. Publik pun menanti-nanti siapa saja bintang baru yang akan lahir dari panggung D’Academy 8 ini.











