Tim nasional Ekuador dan Pantai Gading sukses mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menunjukkan performa gemilang dalam laga penutup Grup E pada Jumat dini hari WIB, 27 Juni 2026. Ekuador secara mengejutkan menundukkan raksasa Eropa, Jerman, dengan skor 2-1, sementara Pantai Gading tampil dominan mengalahkan Curacao 2-0. Hasil krusial ini mengantarkan kedua tim dari benua Amerika Selatan dan Afrika tersebut melangkah lebih jauh dalam turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat.
Dalam duel sengit yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Ekuador berhasil membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan bersejarah atas Jerman. Pertandingan yang disaksikan oleh 80.663 penonton ini turut memecahkan rekor total kehadiran penonton Piala Dunia sepanjang sejarah, mencapai angka fantastis 3.605.357 penonton hingga laga ke-56. Angka ini menegaskan antusiasme global terhadap edisi Piala Dunia dengan format baru yang melibatkan 48 tim.
Jerman sebenarnya memulai laga dengan sangat baik, langsung unggul cepat pada menit kedua melalui gol Leroy Sane. Penyerang lincah itu memanfaatkan umpan matang dari Florian Wirtz, membuat Die Mannschaft berada di atas angin. Namun, Ekuador tidak menyerah begitu saja. Hanya berselang tujuh menit, Nilson Angulo melepaskan tendangan jarak jauh spektakuler yang tak mampu dibendung kiper Jerman, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Momentum berbalik sepenuhnya pada menit ke-77 ketika Gonzalo Plata mencetak gol penentu kemenangan bagi Ekuador, membungkam puluhan ribu suporter Jerman yang hadir. Gol ini disambut euforia luar biasa dari bangku cadangan Ekuador, dengan pelatih Sebastian Beccacece yang langsung berlari ke tribun untuk merayakan keberhasilan timnya. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin, melainkan kelolosan kedua Ekuador ke fase gugur sepanjang sejarah Piala Dunia, setelah pertama kali mencapainya pada edisi 2006.
"Saya mengajak semua orang untuk tetap bersatu," ujar Sebastian Beccacece, Pelatih Ekuador, merespons kemenangan dramatis tersebut. "Itulah yang kami lakukan hari ini." Pernyataan ini menunjukkan betapa solidnya semangat tim Ekuador dalam menghadapi tantangan besar.
Di sisi Jerman, kekalahan ini menghentikan rekor impresif 11 kemenangan beruntun mereka. Meski demikian, hasil ini tidak menggoyahkan posisi Jerman di puncak klasemen Grup E dengan enam poin, berkat keunggulan selisih gol atas Pantai Gading. Kapten Jerman, Joshua Kimmich, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya pasca pertandingan. Ia menyoroti banyaknya kehilangan bola yang dilakukan timnya, yang menurutnya memberi kesempatan lawan untuk menyerang.
"Kami terus mengundang lawan untuk menyerang dengan kehilangan bola, yang membuat mereka semakin kuat," kata Joshua Kimmich. "Untungnya, ini tidak banyak mengubah keadaan. Tapi kami tidak boleh kalah lagi. Itu sudah jelas. Kami tidak bisa kebobolan satu atau dua gol setiap pertandingan. Kami harus meminimalkan jumlah kehilangan bola, dan kemudian kami bisa mengalahkan siapa pun." Kimmich juga menambahkan pandangannya tentang perbedaan keinginan menang antara kedua tim di lapangan. "Perbedaannya hari ini adalah lawan lebih ingin menang daripada kami," tambahnya.
Namun, pernyataan kapten tersebut langsung dibantah oleh pelatih Jerman, Julian Nagelsmann. Nagelsmann menilai anggapan bahwa Ekuador lebih berhasrat untuk menang adalah terlalu menyederhanakan masalah. "Ekuador lebih menginginkannya daripada kami? Itu omong kosong," cetus Julian Nagelsmann, membela skuadnya. Ia juga membela keputusan rotasi dan pergantian pemain yang dilakukannya pada babak kedua, termasuk memasukkan Malick Thiaw menggantikan Kimmich.
"Tentu saja, kami melakukan pergantian pemain secara berbeda dari yang seharusnya – mungkin pada saat kami benar-benar membutuhkan gol lain. Tapi saya tidak bisa mengatakan kepada pemain mana pun sekarang bahwa dia tidak memberikan segalanya. Itu terlalu menyederhanakan bagi saya," tegas Nagelsmann. Mantan pelatih Bayern Munich itu menekankan bahwa fokus utama yang harus diambil oleh timnya dari kekalahan ini adalah aspek kesabaran di atas lapangan. "Pelajaran terpenting yang bisa kita ambil adalah kesabaran," puji Nagelsmann. "Ketika Anda memulai dengan sangat baik, kita harus lebih fokus pada kesabaran. Jika kita memimpin, kita harus lebih tenang dalam situasi tertentu."
Sementara itu, di Stadion Philadelphia, Pantai Gading juga memastikan langkah mereka ke babak 32 besar dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Curacao. Nicolas Pepe menjadi pahlawan kemenangan The Elephants dengan memborong kedua gol. Gol pertamanya dicetak pada menit ke-7 setelah menerima umpan cerdik dari Yan Diomande, dan gol kedua tercipta pada menit ke-64 berkat assist akurat dari Ibrahim Sangare. Kemenangan ini mengukuhkan posisi Pantai Gading di peringkat kedua Grup E dengan perolehan enam poin, sama dengan Jerman namun kalah selisih gol.
Ekuador, dengan empat poin, berhasil lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Format baru Piala Dunia 2026 yang memperluas jumlah peserta menjadi 48 tim memang memungkinkan tim-tim peringkat ketiga dari beberapa grup untuk melaju ke fase gugur, menambah intensitas persaingan di babak grup.
Dengan selesainya babak penyisihan Grup E, perhatian kini beralih ke babak 32 besar. Jerman dijadwalkan akan memainkan pertandingan pertama mereka di fase gugur pada hari Senin di Foxborough, Massachusetts. Mereka akan menghadapi salah satu dari Paraguay, Australia, atau Swedia, tergantung pada hasil akhir grup lainnya. Sementara itu, Ekuador dan Pantai Gading juga akan mempersiapkan diri untuk tantangan berikutnya, berharap dapat melanjutkan kisah sukses mereka di panggung dunia.











