Dunia hiburan kembali berduka. Peabo Bryson, sang maestro balada soul yang melantunkan lagu legendaris "A Whole New World", telah berpulang. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (2/6) di usia 75 tahun. Kabar duka ini menyusul beberapa hari setelah Bryson mengalami serangan stroke. Kepergiannya meninggalkan lubang besar di industri musik global dan hati jutaan penggemarnya.
Suara emas Bryson tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah-kisah animasi Disney yang tak lekang oleh waktu. Lagu tema "Beauty and the Beast" dan "A Whole New World" yang dibawakannya tetap abadi hingga kini. Pihak keluarga mengonfirmasi kepergiannya yang tenang, didampingi orang-orang terkasih. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas segala dukungan, doa, dan kasih sayang yang mengalir dari seluruh penjuru dunia.
Keluarga meyakini warisan musik Bryson akan terus hidup, menyentuh dan menginspirasi generasi mendatang. Suara merdu dan kebaikan jiwanya telah menyentuh banyak kehidupan.
Jejak Emas di Panggung Dunia
Karier Bryson meroket pada 1991 melalui duet ikoniknya dengan Celine Dion dalam "Beauty and the Beast". Setahun kemudian, ia kembali mencetak sejarah bersama Regina Belle di lagu "A Whole New World" untuk film "Aladdin". Lagu ini menjadi soundtrack film animasi pertama yang menembus puncak tangga lagu Billboard Hot 100.
Bryson dikenal atas konsistensinya dalam menghasilkan karya berkualitas. Perpaduan apik antara pop dan R&B menjadikannya salah satu vokalis pria paling dihormati di generasinya. Ia dianugerahi delapan nominasi Grammy selama perjalanan kariernya yang gemilang.
Dari Greenville ke Panggung Dunia
Lahir sebagai Robert Peapo Bryson di Greenville, Carolina Selatan, pada 1951, bakat musiknya telah terlihat sejak dini. Musik menjadi pilihan karier utamanya sejak usia 14 tahun, meski sempat ada keraguan dari sang ibu. Nama panggung "Peabo" sendiri lahir dari kesulitan pemimpin bandnya mengucapkan nama aslinya, Peapo.
Perjalanan profesionalnya dimulai sebagai penyanyi latar, sebelum akhirnya merilis album debut pada 1976 dan berpindah ke Capitol Records untuk ekspansi pasar.
Harmoni Duet dan Kritik Industri
Bryson membagikan rahasia sukses duetnya: saling mengisi kelebihan dan kekurangan. Ia percaya harmonisasi yang seimbang menciptakan lagu yang utuh tanpa celah. Menariknya, "Beauty and the Beast" awalnya direncanakan sebagai lagu solo untuk Celine Dion.
"A Whole New World" memiliki makna mendalam baginya, mewakili harapan universal. Ia mengenang momen emosional saat menyanyikan lagu ini di Afrika Selatan dalam sebuah acara penting bagi komunitas kulit hitam.
Meski sukses, Bryson tak ragu mengkritik industri musik yang dianggapnya terlalu mengagungkan usia muda. Ia menyayangkan minimnya apresiasi terhadap musisi senior dan menolak pembatasan genre. Bryson menyebut dirinya sebagai "manusia Renaisans" musik, yang fleksibel dan tak terpaku pada satu label.
Hingga akhir hayatnya, Bryson telah merilis 20 album studio. Ia meninggalkan istri tercinta, Tanya Boniface, serta dua anak, Linda dan Robert.











