Dunia sepak bola kini tertuju pada laga yang disebut-sebut sebagai ketimpangan terbesar dalam sejarah Piala Dunia 2026. Argentina akan berhadapan dengan tim debutan, Cape Verde, di Stadion Miami pada Jumat pukul 23.00 BST.
Pertandingan ini mempertemukan Lionel Messi, salah satu pemain terhebat sepanjang masa, dengan Vozinha. Sosok penjaga gawang berusia 40 tahun ini bahkan tidak dikenal publik tiga pekan lalu.
Cape Verde menjelma menjadi cerita paling fenomenal di turnamen ini. Mereka sukses menembus babak gugur setelah menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol, dengan skor 0-0.
Keajaiban berlanjut saat mereka menahan imbang dua mantan juara dunia, Uruguay dan Arab Saudi. Hasil tersebut membawa Cape Verde lolos sebagai runner-up grup.
Secara historis, kedua tim bak bumi dan langit. Argentina adalah juara bertahan dan kolektor tiga trofi Piala Dunia, sementara Cape Verde baru pertama kali mencicipi kompetisi ini.
Federasi Sepak Bola Cape Verde baru berdiri pada 1982 dan diakui FIFA tahun 1986. Saat itu, Argentina justru sedang merayakan gelar juara dunia keduanya.
Kesenjangan nilai pasar pemain pun sangat mencolok. Total nilai skuad Argentina mencapai 807,5 juta euro, sedangkan seluruh pemain Cape Verde hanya bernilai 54,5 juta euro.
Bahkan, nilai individu lima pemain Argentina jauh melampaui total nilai seluruh tim Cape Verde yang mencapai 19,77 juta euro. Di sisi lain, Argentina memiliki 16 pemain yang sudah berpengalaman mengangkat trofi Piala Dunia.
Cape Verde bukanlah negara besar. Mereka adalah negara kepulauan di Samudra Atlantik dengan populasi sekitar 530.000 jiwa.
Mereka tercatat sebagai negara terkecil yang pernah menembus babak gugur Piala Dunia. Rekor sebelumnya dipegang oleh Irlandia Utara sejak tahun 1958.
Sebaliknya, Argentina adalah negara kedelapan terbesar di dunia dengan populasi mencapai 46 juta jiwa. PDB Argentina yang mencapai 683 miliar dolar AS juga jauh melampaui Cape Verde yang berada di angka 3 miliar dolar AS.
Kesuksesan Cape Verde saat ini tak lepas dari kebijakan mereka memanfaatkan diaspora. Skuad mereka didominasi pemain kelahiran luar negeri seperti Belanda, Prancis, dan Portugal.
Hanya pemain bertahan Villarreal, Logan Costa, yang bermain di liga top Eropa. Sementara itu, Vozinha berstatus tanpa klub setelah kontraknya di Chaves berakhir Selasa lalu.
Bagi Argentina, laga ini adalah langkah untuk mempertahankan dominasi. Namun, bagi Cape Verde, ini adalah pembuktian bahwa determinasi mampu menantang kemapanan sepak bola dunia.











