Drama VAR di Piala Dunia 2026: Portugal Lolos Dramatis, Luka Modric Ucapkan Selamat Tinggal

Danu Eko

Dunia sepak bola internasional baru saja menyaksikan salah satu keputusan video assistant referee (VAR) paling kontroversial dan krusial sepanjang sejarah turnamen. Pertandingan antara Portugal dan Kroasia berakhir dengan ketegangan tinggi yang memupus harapan terakhir Luka Modric di panggung Piala Dunia.

Kroasia sempat mengira telah menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui sontekan Josko Gvardiol pada menit ke-13 masa tambahan waktu. Seisi stadion bergemuruh, sementara Cristiano Ronaldo yang sudah berada di bangku cadangan tampak terpaku dengan wajah cemas. Namun, wasit asal Norwegia, Espen Eskas, segera meninjau rekaman VAR setelah adanya indikasi pelanggaran offside.

Perdebatan utama terletak pada sentuhan tipis Igor Matanovic dalam proses gol tersebut. Teknologi sensor chip pada bola Trionda yang diproduksi Adidas menjadi penentu akhir. Data Snickometer menunjukkan adanya kontak antara bola dan pemain Kroasia yang berada dalam posisi offside. Gol tersebut akhirnya dianulir, memicu kemarahan suporter Kroasia yang melemparkan botol ke lapangan sebagai bentuk protes.

Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, meluapkan kekecewaannya pascapertandingan. Ia menyebut kepemimpinan wasit sangat buruk dan menilai penggunaan VAR telah membunuh emosi serta sukacita dalam sepak bola. Di sisi lain, pelatih Portugal, Roberto Martinez, menegaskan bahwa keputusan tersebut sudah tepat karena didasarkan pada teknologi sensor bola yang akurat.

Laga ini sekaligus menjadi penanda kontras bagi dua megabintang. Bagi Luka Modric, kekalahan pahit ini kemungkinan besar menjadi akhir dari karier internasionalnya di Piala Dunia. Mantan rekan setimnya di Real Madrid, Cristiano Ronaldo, terlihat menghibur Modric setelah peluit panjang dibunyikan.

Ronaldo sendiri mencatatkan sejarah pribadi dalam laga tersebut. Ia berhasil mencetak gol pertamanya di fase gugur Piala Dunia melalui titik putih, sebuah pencapaian yang ia tunggu selama enam edisi turnamen. Meski Ronaldo ditarik keluar pada menit ke-81, perannya tetap vital dalam memimpin Portugal melaju ke babak berikutnya.

Mantan bek timnas Inggris, Matt Upson, sempat meragukan keputusan tersebut karena tayangan ulang terlihat tidak konklusif. Namun, mantan asisten wasit Premier League, Darren Cann, mengonfirmasi bahwa teknologi Snicko membuktikan secara mutlak adanya sentuhan yang membuat posisi Matanovic menjadi offside.

Hasil ini memastikan perjalanan Ronaldo untuk meraih trofi impiannya tetap berlanjut. Sementara bagi Modric, perjalanannya bersama Kroasia di level tertinggi harus berakhir dengan cara yang sangat menyakitkan. Momen ini bukan sekadar laga sepak bola, melainkan sebuah epilog bagi perjalanan panjang dua legenda yang telah mendefinisikan sepak bola modern selama dua dekade terakhir.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All