Drama Penalti di Piala Dunia 2026: Mengapa Lukaku Memilih Menepi Saat Belgia Butuh Gol

Emanuel

Tim nasional Belgia sukses mencatatkan comeback dramatis dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka menaklukkan Senegal dengan skor akhir 3-2 di Stadion Seattle.

Kemenangan tersebut diraih melalui perjuangan keras setelah sempat tertinggal dua gol. Belgia akhirnya memastikan tiket ke fase berikutnya di menit krusial.

Momen penentuan terjadi saat wasit menunjuk titik putih di masa tambahan waktu. Penalti diberikan tepat pada menit ke-120+5 bagi Belgia.

Secara mengejutkan, Romelu Lukaku yang seharusnya menjadi eksekutor utama justru menolak tugas tersebut. Striker Napoli itu merasa mentalnya belum siap menghadapi tekanan besar.

Lukaku mengakui bahwa dirinya merasa takut untuk mengambil tendangan penalti. Ia memilih menyerahkan tanggung jawab besar itu kepada kapten tim, Youri Tielemans.

Keputusan itu terbukti tepat karena Tielemans berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Ia sukses mengecoh kiper Senegal, Mory Diaw, untuk memastikan kemenangan Belgia.

Sebelumnya, Lukaku sempat menjadi aktor utama kebangkitan Setan Merah. Ia mencetak gol pembuka pada menit ke-86 yang membakar semangat rekan-rekannya.

Gol tersebut memicu permainan kolektif yang lebih solid bagi Belgia. Skuad asuhan mereka menunjukkan mentalitas juara meski dalam posisi terjepit.

Tielemans pun tampil sebagai pahlawan setelah memanfaatkan umpan matang dari Leandro Trossard. Golnya di menit ke-89 menyamakan kedudukan sebelum penalti penentu terjadi.

Kemenangan dramatis ini membawa Belgia melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia. Mereka kini menanti lawan tangguh di pertandingan berikutnya.

Calon lawan Belgia adalah pemenang antara laga Amerika Serikat melawan Bosnia dan Herzegovina. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sangat sengit.

Perjalanan Belgia di ajang Gempita Bola 2026 terus menjadi sorotan dunia. Kolektivitas tim menjadi kunci utama kesuksesan mereka hingga saat ini.

Meski Lukaku sempat mengalami kendala mental, dukungan rekan setimnya tetap terjaga. Hal ini menunjukkan kekuatan solidaritas dalam skuad Belgia.

Kini seluruh fokus tim beralih pada persiapan babak 16 besar nanti. Fans menantikan aksi Setan Merah dalam memperebutkan trofi bergengsi tahun ini.

Pertandingan tersebut menjadi bukti bahwa mentalitas tetap menjadi faktor penentu. Belgia kini siap menghadapi tantangan lebih berat di fase gugur.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All