Monday, 13 July 2026
BREAKING
BANSOS

DPR Desak Bulog dan Kemensos Perbaiki Kualitas Beras Bantuan Sosial

Oleh Rini Widiyarti July 13, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali menyuarakan keprihatinan mendalam terkait kualitas beras yang disalurkan sebagai Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau yang lebih dikenal sebagai Bantuan Sosial (Bansos). Sejumlah anggota dewan dari berbagai fraksi mendesak Perusahaan Umum (Perum) Bulog dan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk segera melakukan perbaikan signifikan demi memastikan beras yang diterima masyarakat penerima manfaat benar-benar berkualitas baik dan layak konsumsi.

Keluhan Masyarakat dan Sorotan Dewan

Isu kualitas beras bansos bukanlah hal baru. Laporan dan keluhan dari masyarakat penerima manfaat kerap terdengar, mulai dari aroma tidak sedap, warna yang kusam, hingga adanya kutu dan butiran beras yang patah. Keluhan ini akhirnya sampai ke telinga para wakil rakyat di Senayan, memicu intervensi dan desakan agar pemerintah mengambil langkah konkret.

Anggota Komisi IV DPR RI, yang membidangi pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan, menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat ini. Melalui berbagai forum rapat kerja, kunjungan lapangan, hingga interpelasi, mereka secara konsisten menyoroti buruknya kualitas beras yang beredar di pasaran melalui program bansos. “Kami mendapatkan laporan dari konstituen kami di daerah bahwa beras yang mereka terima seringkali tidak layak makan. Ini sangat ironis, karena bansos seharusnya menjadi jaring pengaman bagi mereka yang membutuhkan, bukan malah menambah beban dengan memberikan makanan yang berkualitas buruk,” ujar salah seorang anggota dewan saat rapat dengar pendapat.

Peran Bulog dan Kemensos

Perum Bulog memiliki peran sentral dalam pengadaan dan distribusi beras untuk program bansos. Sebagai badan usaha milik negara yang ditugaskan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Bulog diharapkan mampu menyediakan beras dengan kualitas yang terjamin. Sementara itu, Kementerian Sosial bertanggung jawab dalam pelaksanaan program bansos, termasuk pengawasan dan evaluasi penyaluran.

Menanggapi desakan dari DPR, Bulog menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas beras yang disalurkan. Pihak Bulog berdalih bahwa kualitas beras dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari proses penggilingan, penyimpanan, hingga distribusi. Namun demikian, mereka berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasok beras bansos, mulai dari petani hingga titik distribusi akhir.

Di sisi lain, Kemensos juga menyatakan akan memperketat pengawasan. Kementerian ini berencana untuk meningkatkan frekuensi inspeksi di lapangan dan bekerja sama dengan Bulog serta pemerintah daerah untuk memastikan beras yang disalurkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Langkah Konkret yang Diharapkan

Desakan dari DPR bukan sekadar retorika. Mereka menuntut adanya langkah-langkah konkret yang dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Beberapa rekomendasi yang sering dilontarkan antara lain:

  • Standardisasi Kualitas yang Jelas: Menetapkan standar kualitas beras bansos yang ketat dan terukur, mencakup kadar air, tingkat broken (beras patah), kebersihan, dan bebas dari kutu atau cemaran lainnya.
  • Pengawasan Berlapis: Membangun sistem pengawasan yang lebih efektif, mulai dari tingkat pengadaan, penyimpanan, hingga saat diserahkan kepada penerima manfaat. Ini bisa melibatkan tim independen atau partisipasi masyarakat dalam pengawasan.
  • Sistem Penggantian yang Responsif: Membangun mekanisme pengaduan dan penggantian beras berkualitas buruk yang cepat dan transparan. Penerima manfaat harus merasa dilindungi jika menerima beras yang tidak layak.
  • Kerja Sama dengan Petani dan Penggiling: Melibatkan petani dan penggiling padi lokal dalam penyediaan beras bansos dengan penekanan pada kualitas, serta memberikan edukasi dan pendampingan jika diperlukan.
  • Transparansi Anggaran dan Pengadaan: Memastikan seluruh proses pengadaan dan distribusi beras bansos dilakukan secara transparan, sehingga dapat meminimalisir potensi penyalahgunaan dan kebocoran.

Menjaga Kredibilitas Program Bansos

Program bantuan sosial merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan menjaga kesejahteraan masyarakat. Kualitas beras bansos yang buruk tidak hanya berdampak pada kesehatan penerima manfaat, tetapi juga dapat merusak kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah.

Oleh karena itu, desakan DPR agar Bulog dan Kemensos segera memperbaiki kualitas beras bansos ini menjadi momentum krusial. Perbaikan ini diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi sebuah transformasi sistemik yang memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar bermanfaat dan menjaga martabat masyarakat penerima.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait