Cedera Paha Kanan Raphinha Warnai Kemenangan Telak Brasil atas Haiti di Piala Dunia 2026

Danu Ilham

Cedera yang dialami penyerang sayap Timnas Brasil, Raphinha, mewarnai kemenangan telak Selecao atas Haiti dengan skor 3-0 pada laga kedua Grup C Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada Jumat (19/6/2026) waktu setempat, harus diakhiri lebih cepat bagi Raphinha yang mengalami cedera otot paha kanan.

Kemenangan Brasil dipastikan melalui dua gol dari Matheus Cunha yang dicetak pada menit ke-23 dan ke-36, serta gol penutup dari Vinicius Junior menjelang akhir babak pertama. Namun, sorotan beralih ketika Raphinha tidak mampu melanjutkan pertandingan. Ia terpaksa ditarik keluar pada menit ke-40 setelah mendapat penanganan medis di lapangan. Posisinya kemudian digantikan oleh pemain muda Rayan Vitor Simplicio Rocha.

Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengonfirmasi bahwa Raphinha merasakan nyeri pada otot paha belakang kanannya saat pertandingan berlangsung. "Raphinha merasakan nyeri di otot paha belakangnya sebelah kanan selama babak pertama pertandingan melawan Haiti," ungkap CBF seperti dikutip dari ESPN UK. Pihak federasi segera mengambil tindakan dan menyatakan bahwa sang pemain telah memulai perawatan intensif.

"Pemain tersebut telah memulai perawatan dan akan dievaluasi kembali. Kami akan memberikan informasi terbaru segera setelah informasi lebih lanjut tersedia," tambah CBF. Perkembangan kondisi Raphinha akan terus dipantau dan diinformasikan lebih lanjut.

Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, angkat bicara mengenai cedera yang menimpa anak asuhnya tersebut. Ia menyatakan bahwa pemeriksaan lanjutan akan segera dilakukan untuk mengetahui secara pasti tingkat keparahan cedera yang dialami Raphinha. "Kami akan mengevaluasi Raphinha besok. Saat ini kami belum yakin apa yang terjadi," ujar Ancelotti.

Ancelotti juga menjelaskan alasan taktis di balik keputusannya memasukkan Rayan sebagai pengganti Raphinha. Ia menilai Rayan memiliki kualitas dan profil yang berbeda, yang dibutuhkan tim pada momen tersebut. "Saya memasukkan Rayan ke dalam permainan karena dia memiliki kualitas yang bagus dan profil yang berbeda dari Raphinha. Pada akhirnya, detail-detail kecil lah yang menentukan siapa yang masuk dan siapa yang tidak," jelas Ancelotti.

Absennya Raphinha menambah daftar kekhawatiran di lini depan Brasil, terutama mengingat kondisi Neymar yang juga masih dalam proses pemulihan. Ancelotti memberikan kabar positif mengenai pemulihan Neymar yang sebelumnya absen dalam dua pertandingan beruntun akibat cedera betis kanan. "Neymar akan berlatih sendiri besok dan kemudian kami akan mengintegrasikannya ke dalam tim dan dia akan siap untuk pertandingan melawan Skotlandia," ungkap Ancelotti.

Sementara itu, rekan setim Raphinha, Vinicius Junior, turut mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi sang penyerang. Vinicius menduga cedera yang dialami Raphinha kali ini merupakan kekambuhan dari cedera hamstring yang pernah dideritanya sebelumnya. "Sayang sekali Rapha harus meninggalkan pertandingan karena cedera. Saya rasa itu cedera yang sama seperti sebelumnya. Saya harap tidak serius sehingga dia bisa tetap bersama kami," tutur Vinicius Junior.

Cedera Raphinha menjadi catatan penting dalam perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026. Meskipun mampu meraih kemenangan telak, kehilangan salah satu pemain kunci seperti Raphinha tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Carlo Ancelotti dalam meracik strategi tim untuk menghadapi laga-laga selanjutnya. Kehadiran pemain pengganti seperti Rayan akan menjadi ujian bagaimana kedalaman skuad Brasil dapat diandalkan.

Piala Dunia 2026, yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, memang selalu menjadi panggung bagi momen-momen dramatis, baik keberhasilan maupun kendala yang dihadapi timnas. Cedera pemain bintang kerap kali menjadi sorotan dan dapat mempengaruhi dinamika turnamen.

Pertandingan melawan Haiti merupakan bagian dari fase grup yang krusial bagi Brasil untuk mengamankan posisi di babak selanjutnya. Kemenangan ini menempatkan Brasil dalam posisi yang lebih kuat, namun fokus kini beralih pada penanganan cedera Raphinha dan persiapan menghadapi lawan berikutnya, dengan harapan Neymar dapat segera kembali memperkuat tim. Evaluasi medis terhadap Raphinha akan sangat menentukan perannya di sisa turnamen.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All