Bukan Sekadar Pembangkit, Transmisi Hijau Jadi Kunci Utama Akselerasi Energi Terbarukan di Indonesia

Rini Widiyarti

Jakarta menjadi saksi pentingnya pergeseran fokus dalam upaya transisi energi nasional. Selama ini, perhatian publik lebih banyak tertuju pada pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, air, angin, maupun panas bumi. Padahal, ada infrastruktur vital yang bekerja senyap namun sangat menentukan keberhasilan transisi tersebut, yakni jaringan transmisi.

Tanpa jaringan transmisi yang andal dan kuat, energi bersih yang dihasilkan hanya akan menjadi potensi yang tertahan di wilayah sumber daya. Listrik ramah lingkungan tersebut tidak akan mampu mengalir secara optimal ke pusat-pusat beban, seperti kawasan industri, perkotaan, hingga rumah tangga. Jaringan transmisi yang mumpuni adalah nadi yang menghubungkan energi bersih dari lokasi terpencil ke tempat yang membutuhkan pasokan listrik stabil.

Pentingnya isu ini mengemuka dalam seminar diseminasi bertajuk Engineering Development Roadmap for Green Transmission in Supporting Accelerated Renewable Energy Development. Forum strategis tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari unsur pemerintah, PLN, kalangan akademisi, penyedia teknologi, hingga pelaku industri. Pertemuan ini secara khusus membahas kesiapan sistem transmisi Indonesia dalam menopang target percepatan energi terbarukan di masa depan.

Ketua Tim Kajian Roadmap Enjiniring Bidang Transmisi Hijau, Prof. Dermawan Wibisono, menegaskan bahwa ambisi besar Indonesia harus dibarengi dengan kesiapan teknis. Menurutnya, transisi energi tidak bisa hanya mengandalkan semangat semata. Diperlukan skenario teknis yang matang, tahapan implementasi yang terukur, ketersediaan pembiayaan yang jelas, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam paparannya pada Kamis (2/7/2026), Prof. Dermawan mengingatkan kembali komitmen Indonesia dalam Paris Agreement tahun 2015. Negara ini memiliki target ambisius untuk mencapai net zero emission pada 2060. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menekankan pentingnya evaluasi mendalam mengenai teknologi transmisi yang paling relevan dengan kondisi geografis dan kebutuhan listrik Indonesia.

Langkah ini menjadi krusial agar pengembangan infrastruktur energi tidak salah arah. Pemerintah dan pihak terkait dituntut untuk segera menentukan teknologi transmisi hijau apa yang paling cocok dan efisien untuk segera diterapkan. Dengan jaringan transmisi yang modern dan pintar, distribusi energi bersih diharapkan dapat menjangkau seluruh pelosok negeri dengan lebih efektif.

Ke depannya, integrasi sistem transmisi ini diproyeksikan menjadi tulang punggung bagi kedaulatan energi nasional. Sektor ini tidak hanya berperan dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, tetapi juga menjadi penentu utama apakah Indonesia mampu bertransformasi menjadi negara dengan sistem energi yang benar-benar bersih dan berkelanjutan sesuai target jangka panjang.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All