Tuesday, 14 July 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Bongkar Biaya Perawatan Mobil Listrik: Ternyata Bukan Baterai yang Paling Menguras Kantong!

Oleh Emanuel July 14, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Kabar gembira bagi para pemilik atau calon pembeli mobil listrik. Sebuah studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan mengenai biaya perbaikan kendaraan ramah lingkungan ini. Anggapan umum bahwa baterai adalah komponen termahal dan paling sering rusak ternyata keliru.

Penelitian yang dilakukan oleh lembaga riset otomotif terkemuka ini menunjukkan bahwa mayoritas biaya perbaikan mobil listrik justru berasal dari komponen lain. Kerusakan pada baterai traksi, yang kerap dikhawatirkan pemilik, justru tergolong jarang terjadi.

Hal ini tentu menjadi angin segar di tengah kekhawatiran masyarakat akan mahalnya perawatan mobil listrik. Sebelumnya, banyak yang memprediksi biaya penggantian baterai yang bisa mencapai ratusan juta rupiah menjadi momok utama.

Namun, temuan ini memberikan perspektif baru. Fokus perbaikan yang lebih sering terjadi pada komponen seperti sistem penggerak, suspensi, pengereman, atau bahkan sistem infotainment, yang notabene mirip dengan mobil konvensional.

Studi ini melibatkan analisis data dari ribuan kasus perbaikan mobil listrik di berbagai negara selama periode tertentu. Para peneliti mengumpulkan informasi detail mengenai jenis kerusakan, komponen yang diganti, serta estimasi biaya yang dikeluarkan.

Salah satu poin penting yang disorot adalah daya tahan baterai mobil listrik modern yang semakin meningkat. Produsen terus berinovasi untuk menghasilkan baterai yang lebih awet dan tahan lama, mengurangi frekuensi kerusakan signifikan.

Selain itu, teknologi perbaikan baterai juga terus berkembang. Banyak bengkel kini memiliki kemampuan untuk memperbaiki sel baterai individual, bukan harus mengganti seluruh paket baterai yang mahal.

Temuan ini diharapkan dapat menepis keraguan calon konsumen mengenai biaya operasional jangka panjang mobil listrik. Dengan perbaikan yang lebih terjangkau pada komponen non-baterai, kepemilikan mobil listrik menjadi semakin menarik.

Para ahli otomotif menyambut baik hasil studi ini. Mereka menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi terpaku pada isu biaya baterai semata. Pemeliharaan rutin dan pemilihan bengkel terpercaya tetap menjadi kunci utama.

Lebih lanjut, tren ini sejalan dengan upaya global untuk mendorong adopsi kendaraan listrik. Dengan biaya perbaikan yang lebih terprediksi, mobil listrik menawarkan alternatif yang semakin kompetitif dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal.

Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa studi ini bersifat umum. Biaya perbaikan spesifik dapat bervariasi tergantung merek, model, usia kendaraan, dan tingkat keparahan kerusakan. Namun, secara keseluruhan, gambaran biaya perbaikan mobil listrik kini terlihat lebih ramah di kantong.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait