Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong percepatan pembukaan pelintasan batas Temajuk–Telok Melano di Kalimantan Barat. Langkah strategis ini dilakukan melalui forum koordinasi yang tidak hanya berfokus pada aktivasi kembali jalur perlintasan, tetapi juga mengkaji secara mendalam potensi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor pariwisata di wilayah Temajuk. Inisiatif ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal dan memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan Malaysia di kawasan perbatasan.
Forum koordinasi penting tersebut diselenggarakan oleh Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI pada Kamis, 25 Juni 2026, di Kabupaten Sambas. Kegiatan ini dirangkaikan langsung dengan peninjauan lapangan ke Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, sebuah titik vital yang diharapkan menjadi simpul pergerakan lintas batas antara Indonesia dan Malaysia. Kehadiran berbagai pihak terkait menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan rencana besar ini.
Dipimpin oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI, Budi Setyono, forum ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, serta perwakilan dari berbagai lembaga strategis. Di antara para peserta, tampak Perencana Madya Direktorat Pengembangan Daerah Tertinggal Bappenas, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sambas, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Konsulat Jenderal RI di Kuching, hingga perwakilan dari Balai P3KP Kalimantan I Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan pendekatan holistik yang diambil dalam mengelola kawasan perbatasan.
Budi Setyono menjelaskan bahwa kunjungan kerja dan forum koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama yang telah disepakati pada 26 Mei 2026. Komitmen tersebut lahir dari Forum Koordinasi Percepatan Pembukaan Pelintasan Temajuk–Telok Melano sebelumnya, yang bertujuan merumuskan langkah-langkah konkret untuk mengaktifkan kembali PLB Temajuk. Pengaktifan ini krusial sebagai simpul utama pergerakan lintas batas antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah Sambas, Kalimantan Barat.
Menurut Budi, percepatan ini sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri selaku Kepala BNPP dan Sekretaris BNPP. "Kami menindaklanjuti kesepakatan lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan, khususnya Temajuk dan Telok Melano," tegas Budi Setyono. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi dan prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah tapal batas, yang seringkali memiliki tantangan pembangunan unik.
Pembukaan pelintasan Temajuk–Telok Melano memiliki implikasi besar tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi dinamika ekonomi regional. Dengan terbukanya akses ini, diharapkan terjadi peningkatan aktivitas perdagangan, pariwisata, dan mobilitas sosial yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sambas. Selama ini, akses terbatas menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan wilayah perbatasan tersebut.
Aspek pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor pariwisata di Temajuk menjadi sorotan lain yang tak kalah penting. Temajuk, dengan keindahan alamnya yang memukau dan potensi budaya lokal, diyakini memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata unggulan. Pembentukan KEK Pariwisata diharapkan dapat menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pengelolaan pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kajian mendalam dari Bappenas dan kementerian terkait akan menjadi panduan dalam merumuskan strategi pengembangan KEK ini.
Namun, proses pembukaan pelintasan ini tidak bisa dilakukan secara sepihak. Budi Setyono menekankan bahwa peresmian pembukaan pelintasan harus dilaksanakan secara resiprokal, melalui kesepakatan bersama antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia. Pendekatan bilateral ini sangat penting untuk memastikan kelancaran operasional, keamanan, dan legalitas aktivitas lintas batas. Koordinasi diplomatik yang intensif akan menjadi kunci sukses dalam mencapai kesepakatan ini.
Mengenai jadwal peresmian, BNPP mengusulkan momentum penting ini dapat dilakukan pada sekitar minggu keempat Agustus 2026. Pemilihan waktu ini memiliki makna simbolis yang kuat, yaitu setelah peringatan Hari Kemerdekaan kedua negara. Diharapkan, peresmian ini akan menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam mengelola kawasan perbatasan demi kepentingan bersama.
Langkah percepatan pembukaan pelintasan Temajuk–Telok Melano dan pengembangan KEK Pariwisata Temajuk ini merupakan bagian integral dari visi pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggir. Fokus pada pembangunan kawasan perbatasan di Kalimantan Barat diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas regional, tetapi juga memicu pemerataan pembangunan dan kemakmuran bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah tersebut. Komitmen lintas kementerian dan lembaga ini menjadi harapan baru bagi warga Sambas untuk melihat potensi daerah mereka terbuka lebih luas.











