Thursday, 16 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Bikin Geleng Kepala, Bunga Zainal Kaget Lihat Harga Kebutuhan Pokok Meroket di Pasar!

Oleh Wibowo July 16, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Aktris Bunga Zainal baru-baru ini memantik perhatian publik setelah menyuarakan keprihatinannya atas lonjakan harga kebutuhan pokok. Melalui akun Threads pribadinya pada Sabtu, 30 Mei 2026, ia membagikan pengalaman langsungnya berbelanja di pasar tradisional.

Istri dari produser ternama Sukhdev Singh ini mengaku sangat syok melihat perubahan harga yang drastis di lapangan. Ia mencatat bahwa harga bumbu dapur utama kini telah melambung jauh dari harga normal.

Dalam unggahannya, Bunga Zainal merinci beberapa komoditas yang harganya meroket tajam. Harga bawang merah dilaporkan mencapai Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit dijual Rp30.000 untuk takaran seperempat kilogram.

Tidak hanya itu, biaya pengisian token listrik juga dirasakan terus mengalami kenaikan. Ditambah lagi, nilai tukar dolar Amerika Serikat yang terpantau merangkak naik hingga hampir menembus angka Rp18.000.

Kondisi ini membuat Bunga Zainal merasa prihatin. Ia bahkan melontarkan candaan pahit untuk berhenti mengonsumsi makanan pedas. Fenomena ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan terbatas.

Selain keluhan ekonomi, Bunga juga menyindir kebijakan yang dianggapnya kurang relevan dengan kondisi saat ini. Ia menyinggung wacana kurikulum bahasa asing di tengah kesulitan ekonomi yang melanda. β€œOrang desa tidak menggunakan dolar,” tulisnya.

Ia menambahkan sindiran mengenai agenda perjalanan luar negeri pejabat negara. β€œPak Presiden sedang ke Prancis, sementara anak-anak Indonesia diminta belajar bahasa Prancis,” ujarnya.

Bunga merasa miris karena para pedagang di pasar juga mengeluhkan sepinya pembeli. Hal ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang menurun drastis akibat kenaikan harga.

Menanggapi berbagai komentar netizen, Bunga segera memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa protesnya bukan karena kesulitan finansial pribadi. Ia ingin memposisikan diri sebagai masyarakat kelas bawah yang paling merasakan dampak inflasi.

Menurutnya, akan sangat egois jika ia hanya diam sementara banyak orang lain yang semakin tercekik biaya hidup. Data yang dibagikannya menunjukkan gambaran nyata kesulitan di pasar tradisional.

Unggahan Bunga Zainal ini mendapat banyak dukungan dari warganet yang merasakan hal serupa. Banyak yang mengeluhkan bahwa Rp100 ribu kini seolah tidak ada harganya, hanya cukup untuk membeli bumbu dapur sederhana tanpa bisa membeli protein hewani.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait