Friday, 10 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Bekal Finansial Generasi Z: Pegadaian Dorong Mahasiswa Unand Berinvestasi Sejak Dini

Oleh Rini Widiyarti June 30, 2026 1 week lalu 0 komentar

Menghadapi tantangan ekonomi di era digital yang bergerak sangat cepat, literasi keuangan menjadi keterampilan krusial yang harus dimiliki generasi muda sejak masih di bangku perkuliahan. Kesadaran inilah yang dibawa PT Pegadaian (Persero) saat hadir dalam gelaran CEO Talks di Universitas Andalas (Unand) pada Senin (29/6). Melalui forum tersebut, Pegadaian mengajak para mahasiswa dan calon wisudawan untuk mulai merancang masa depan finansial yang kokoh dengan langkah konkret, yakni investasi sejak dini.

Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas, hadir sebagai narasumber utama dalam acara yang mengusung tema Inovasi Keuangan Digital dan Inklusi Keuangan: Peran Strategis Pegadaian dalam Pemberdayaan Masyarakat. Dalam paparannya, Ismail menekankan bahwa kesuksesan seorang lulusan perguruan tinggi di dunia kerja tidak lagi cukup hanya bermodalkan ijazah atau prestasi akademik semata. Diperlukan kombinasi antara pengembangan kompetensi diri, karakter yang tangguh, serta kecerdasan dalam mengelola keuangan.

Menurut Ismail, dunia kerja di masa depan akan sangat dipengaruhi oleh transformasi teknologi yang dinamis. Oleh karena itu, generasi muda dituntut untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat atau lifelong learner yang mampu beradaptasi dengan segala perubahan. Salah satu kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi adalah memiliki perencanaan keuangan yang terukur dan berkelanjutan.

Dalam forum interaktif tersebut, Ismail memperkenalkan filosofi penting bagi generasi muda, yakni Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini. Prinsip ini bermakna bahwa investasi yang dilakukan sekarang akan menjadi pondasi bagi kesejahteraan di masa depan. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak menunda dalam menyusun strategi keuangan, bahkan sebelum mereka terjun ke dunia profesional secara penuh.

Ismail memberikan panduan praktis bagi para calon wisudawan agar memiliki kebiasaan finansial yang sehat saat menerima penghasilan pertama nantinya. Langkah-langkah tersebut meliputi disiplin dalam mengalokasikan dana darurat, menyusun skala prioritas antara kebutuhan dan keinginan, hingga memilih instrumen investasi yang aman sesuai dengan tujuan jangka panjang. Literasi keuangan diyakini sebagai jangkar yang akan mencegah generasi muda terjerumus dalam gaya hidup konsumtif yang merugikan.

Kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi seperti CEO Talks ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pegadaian untuk memperluas jangkauan inklusi keuangan di kalangan akademisi. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai forum berbagi ilmu, melainkan sebagai ruang kolaborasi interaktif untuk memberikan pandangan komprehensif mengenai transformasi industri jasa keuangan nasional.

Antusiasme peserta dalam acara tersebut terlihat sangat tinggi. Hal ini terbukti dari keterlibatan aktif lebih dari 1.000 peserta yang melakukan pengunduhan aplikasi Tring dan langsung membuka akun Tabungan Emas Pegadaian selama acara berlangsung. Langkah nyata ini menjadi modal awal bagi para calon lulusan untuk memulai perjalanan investasi pertama mereka sebagai langkah antisipasi terhadap kebutuhan finansial di masa depan.

Bagi generasi muda, memulai investasi melalui instrumen emas sering dianggap sebagai langkah yang paling logis dan aman. Selain nilainya yang cenderung stabil terhadap inflasi, emas juga menjadi instrumen yang mudah dipahami bagi pemula yang baru ingin terjun ke dunia investasi digital. Inovasi layanan digital yang dihadirkan Pegadaian memudahkan para mahasiswa untuk mengakses produk investasi ini kapan saja dan di mana saja melalui perangkat ponsel pintar mereka.

Peran strategis Pegadaian dalam memberdayakan masyarakat memang terus bertransformasi. Sebagai bagian dari ekosistem keuangan yang lebih luas, Pegadaian berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat, terutama segmen mahasiswa, agar tidak hanya cakap secara digital tetapi juga matang dalam pengambilan keputusan finansial. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mencetak generasi emas Indonesia yang siap berkontribusi aktif dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.

Transformasi digital yang dilakukan Pegadaian tidak hanya menyasar pada efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga pada bagaimana produk keuangan dapat diakses secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan mengintegrasikan literasi keuangan ke dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa, Pegadaian berharap dapat menekan angka risiko keuangan yang seringkali dialami oleh fresh graduate akibat kurangnya manajemen keuangan yang baik.

Kegiatan di Universitas Andalas ini menjadi bukti bahwa sinergi antara korporasi dan institusi pendidikan mampu menciptakan dampak positif yang nyata. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa generasi muda sebenarnya memiliki minat yang besar terhadap investasi, asalkan mereka diberikan edukasi yang tepat, akses yang mudah, dan instrumen yang terpercaya. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sinergi di bawah naungan Danantara, Pegadaian menyatakan kesiapannya untuk terus melayani dengan sepenuh hati demi mengEMASkan Indonesia.

Ke depan, program edukasi serupa diharapkan dapat terus berlanjut ke berbagai perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Dengan semakin banyaknya generasi muda yang melek investasi sejak dini, diharapkan ketahanan ekonomi nasional di masa depan akan semakin kuat. Para mahasiswa yang saat ini tengah bersiap memasuki dunia kerja kini memiliki bekal tambahan yang berharga, yaitu pemahaman bahwa masa depan bukan sekadar untuk dinanti, melainkan untuk dibeli dan dipersiapkan sejak hari ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait