Saturday, 11 July 2026
BREAKING
BERITA

BEI Pasang Target Ambisius: Capai Rp 30.000 Triliun, Masuk 10 Bursa Terbesar Dunia

Oleh Emanuel June 29, 2026 2 weeks lalu 0 komentar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mematok target jangka panjang yang sangat ambisius untuk menempatkan diri di jajaran 10 besar bursa saham terbesar di dunia. Pencapaian ini akan diukur baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi harian. Saat ini, BEI masih berada di peringkat ke-19 secara global untuk kapitalisasi pasar dan ke-17 untuk nilai transaksi.

Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memaparkan empat pilar strategi utama. Pertama, fokus pada pertumbuhan bisnis dari sisi transaksi yang berkelanjutan. Kedua, pengembangan bisnis non-transaksi untuk diversifikasi pendapatan dan layanan.

Pilar ketiga adalah peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat yang menghuni lantai bursa. Hal ini penting untuk menarik minat investor dan meningkatkan likuiditas pasar. Keempat, BEI berkomitmen untuk terus memperluas inklusivitas pasar modal Indonesia, memastikan akses yang lebih luas bagi seluruh segmen investor.

Jeffrey menegaskan bahwa seluruh strategi ini harus berakar pada fungsi utama BEI sebagai penyelenggara infrastruktur pasar modal yang andal. Infrastruktur yang kuat, baik itu dalam hal perdagangan, pengawasan, maupun pendukung operasional lainnya, menjadi kunci keberhasilan BEI dalam menjalankan misinya. Pernyataan ini disampaikan Jeffrey saat konferensi pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI 2026 yang digelar secara virtual pada Senin, 29 Juni 2026.

RUPST tersebut juga menjadi momentum penting dengan ditetapkannya susunan direksi baru BEI untuk masa bakti 2026-2030. Jeffrey optimistis bahwa dengan kepemimpinan baru dan strategi yang terarah, visi BEI untuk menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia dapat tercapai.

Visi besar BEI adalah menjadi bursa yang berdaya saing global, didukung oleh misi menciptakan infrastruktur pasar keuangan yang terpercaya dan kredibel. Hal ini ditujukan untuk mewujudkan pasar modal yang teratur, wajar, efisien, serta dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan melalui inovasi produk dan layanan. "Kami menetapkan goal statement yang jelas, yaitu membawa Bursa Efek Indonesia menjadi bursa kelas dunia," ujar Jeffrey.

Untuk merealisasikan target "bursa kelas dunia" ini, direksi baru BEI telah menetapkan serangkaian target spesifik yang harus dicapai pada tahun 2030. Salah satu target paling signifikan adalah peningkatan kapitalisasi pasar hingga mencapai Rp 30.000 triliun. Angka ini akan menempatkan BEI secara signifikan dalam peringkat global.

Selain itu, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian dapat mencapai Rp 31 triliun. Untuk mendukung volume transaksi yang lebih besar, jumlah perusahaan tercatat juga ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 1.100 perusahaan.

Dari sisi investor, BEI membidik pertumbuhan jumlah investor pasar modal hingga mencapai 35 juta investor pada tahun 2030. Peningkatan jumlah investor ini menjadi indikator penting dari semakin dalamnya penetrasi pasar modal di masyarakat Indonesia. Target ambisius lainnya adalah rasio kapitalisasi pasar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang diharapkan melampaui 83%.

Sebagai perbandingan, data mingguan BEI per tanggal 26 Juni 2026 mencatat kapitalisasi pasar sebesar Rp 10.302 triliun dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 17,58 triliun. Dengan demikian, target yang dicanangkan untuk tahun 2030 menunjukkan lompatan yang sangat signifikan dan membutuhkan upaya ekstraordinary dari seluruh ekosistem pasar modal Indonesia.

Peningkatan kapitalisasi pasar sebesar hampir tiga kali lipat dan peningkatan nilai transaksi harian yang signifikan tentu akan berdampak positif pada perekonomian nasional. Hal ini mencerminkan kepercayaan investor yang semakin tinggi terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dan efektivitas pasar modal sebagai sarana penghimpunan dana bagi perusahaan serta instrumen investasi bagi masyarakat.

Strategi inklusivitas yang digalakkan BEI juga diharapkan dapat menjangkau segmen investor yang lebih luas, termasuk generasi muda dan investor ritel. Melalui edukasi yang masif dan produk investasi yang semakin beragam serta terjangkau, BEI berupaya mendemokratisasi akses pasar modal.

Dalam konteks global, pencapaian target ini akan menjadikan BEI sebagai salah satu pemain utama di kancah internasional. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan citra Indonesia di mata investor asing, tetapi juga berpotensi menarik lebih banyak investasi langsung maupun portofolio ke dalam negeri.

Keberhasilan BEI dalam mencapai target-target ini akan sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara regulator (Otoritas Jasa Keuangan/OJK), pelaku industri, perusahaan tercatat, serta partisipasi aktif dari investor. Selain itu, adaptasi terhadap perkembangan teknologi finansial (fintech) dan digitalisasi akan menjadi kunci untuk menjaga daya saing dan relevansi bursa di era modern.

Dengan fondasi strategi yang kuat dan target yang jelas, BEI optimis dapat melangkah menuju pencapaiannya sebagai salah satu bursa terbesar di dunia, memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan ekonomi Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait