Memasuki bulan Mei 2026, ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tengah menanti pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pemerintah terus menyalurkan program andalannya ini untuk membantu meringankan beban masyarakat.
Pengecekan status kepesertaan menjadi langkah krusial bagi KPM. Ini memastikan nama mereka terdaftar resmi dan tidak ketinggalan informasi penting terkait jadwal dan besaran nominal bantuan.
Kini, masyarakat tak perlu repot mengantre di kantor desa atau kelurahan. Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyediakan platform digital yang memudahkan akses informasi bansos.
Melalui situs resmi Kemensos, KPM dapat melakukan pengecekan status bansos PKH dan BPNT hanya bermodalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Cukup buka peramban di ponsel atau komputer Anda.
Masukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada kolom yang tersedia. Jangan lupa, isi kode verifikasi atau captcha untuk keamanan data. Setelah itu, klik tombol pencarian.
Sistem akan menampilkan rincian bantuan yang Anda terima, termasuk periode pencairannya. Informasi ini sangat membantu KPM memperkirakan kapan dana akan masuk ke rekening.
Pemerintah membagi penyaluran bansos PKH menjadi empat tahap sepanjang tahun 2026. Tahap pertama berlangsung Januari-Maret, tahap kedua April-Juni. Tahap ketiga dijadwalkan Juli-September, dan tahap keempat Oktober-Desember.
Pada bulan Mei ini, pencairan bansos PKH sudah memasuki tahap kedua. Namun, perlu diingat bahwa jadwal pencairan di setiap daerah bisa bervariasi. Hal ini tergantung koordinasi pemerintah daerah setempat.
Besaran nominal bansos PKH 2026 bervariasi sesuai kategori penerima. Ibu hamil dan anak usia dini menerima Rp 3.000.000 per tahun. Siswa SD mendapat Rp 900.000, SMP Rp 1.500.000, dan SMA Rp 2.000.000.
Lanjut usia di atas 70 tahun dan penyandang disabilitas berat masing-masing menerima Rp 2.400.000 per tahun. Dana ini disalurkan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sementara itu, program BPNT memberikan alokasi dana Rp 200.000 setiap bulannya. Dana ini khusus untuk pembelian bahan pangan pokok.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi penipuan. Pastikan hanya mengakses situs resmi Kemensos dan jangan pernah memberikan imbalan kepada oknum yang menjanjikan pencairan bansos.
Periksa kembali kebenaran data diri sebelum melakukan pencarian. Pengecekan dan pendaftaran bansos tidak dipungut biaya sepeser pun. Laporkan segera jika menemukan kejanggalan kepada pihak berwenang.
Dengan memahami jadwal, besaran nominal, dan cara pengecekan yang benar, KPM diharapkan dapat mengoptimalkan manfaat bansos tahun 2026 ini.
