Sebuah insiden yang menghebohkan jagat maya baru-baru ini terjadi di lingkungan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Beredarnya video tak senonoh yang diduga melibatkan dua mahasiswanya di area perpustakaan kampus memicu gelombang protes dan kekecewaan.
Video yang menampilkan adegan mesra antar sesama jenis itu sontak menjadi perbincangan hangat. Banyak pihak menyayangkan aksi tersebut karena dianggap tidak pantas terjadi di institusi pendidikan.
Mahasiswa PNJ sendiri merasa nama baik kampus tercoreng akibat kejadian ini. Mereka menuntut pihak manajemen untuk segera mengambil tindakan tegas.
Keresahan kian meluas di kalangan civitas akademika. Tindakan kedua mahasiswa itu dinilai melampaui batas kewajaran dan membahayakan reputasi kampus.
Di tengah tekanan publik yang masif, sebuah momen haru terjadi. Ayah dari salah satu mahasiswa yang terlibat mendatangi PNJ untuk menyampaikan permohonan maaf.
Dengan suara bergetar, pria paruh baya itu mengungkapkan penyesalan mendalam atas kegaduhan yang disebabkan anaknya. Ia mengakui kekecewaan banyak pihak dan kerugian bagi institusi.
Dalam aksinya, sang ayah memohon maaf secara terbuka kepada seluruh civitas PNJ. Ia juga menyampaikan penyesalan atas dampak negatif yang ditimbulkan di lingkungan kampus.
Puncak momen haru terjadi saat ayah tersebut bersujud di hadapan para mahasiswa dan staf kampus. Aksi ini menunjukkan kerendahan hati dan rasa bersalah yang mendalam.
Melihat kejadian itu, para mahasiswa segera meminta sang ayah untuk berdiri. Mereka menyatakan bahwa orang tua tidak perlu memikul beban kesalahan anak hingga sedalam itu.
Video permintaan maaf sang ayah kemudian viral di media sosial, diunggah oleh akun @lambepaklurah di platform X. Ribuan respons membanjiri kolom komentar.
Sebagian besar netizen menunjukkan rasa iba terhadap perjuangan seorang ayah yang harus menanggung malu atas ulah anaknya. Banyak yang menyayangkan tindakan mahasiswa tersebut.
Sentimen publik menunjukkan simpati mendalam terhadap sang ayah. Sikapnya dinilai ksatria dan bertanggung jawab, meski bukan dia pelakunya.
Netizen berharap mahasiswa yang bersangkutan segera menyadari kesalahannya dan bertaubat. Dukungan moral mengalir deras bagi sang ayah yang dianggap menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi masalah keluarga yang memalukan tersebut.
