Sunday, 19 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Anggaran Rp5,8 Miliar untuk Akomodasi Hotel Prabowo di Paris Picu Perdebatan

Oleh Wibowo July 19, 2026 5 hours lalu 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Prancis yang turut dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara. Rombongan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pendidikan, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi. Namun, kunjungan ini tak luput dari sorotan publik setelah beredarnya informasi mengenai besaran anggaran yang dialokasikan untuk akomodasi.

Selama berada di Paris, rombongan Presiden Prabowo memilih Four Seasons Hotel George V sebagai tempat menginap. Hotel bintang lima yang berlokasi strategis di jantung kota Paris ini dikenal luas dengan kemewahannya. Tarif menginap di hotel ini bervariasi, mulai dari Rp53 juta hingga Rp131 juta per malam, tergantung jenis kamar yang dipilih.

Estimasi total biaya penginapan rombongan Presiden di hotel tersebut dilaporkan mencapai Rp5,8 miliar. Angka fantastis ini sontak memicu diskusi hangat di berbagai platform media sosial, banyak pihak membandingkannya dengan pernyataan Prabowo di masa lalu mengenai efisiensi anggaran negara.

Kritik publik semakin mengemuka ketika jejak digital pernyataan Prabowo pada Februari 2014 kembali mencuat. Kala itu, ia mengkritik keras besarnya anggaran perjalanan dinas pejabat ke luar negeri yang mencapai puluhan triliun rupiah, menyebutnya sebagai pemborosan yang harus dihentikan. Ia bahkan berjanji tidak akan mengizinkan perjalanan pejabat yang tidak perlu jika menjabat sebagai presiden.

Menanggapi kabar biaya akomodasi mewah ini, penyanyi Sandhy Sondoro turut memberikan komentar singkat melalui kolom komentar salah satu akun Instagram. Ia menyindir penggunaan dana APBN untuk membiayai kunjungan kenegaraan yang dinilai mewah.

Di sisi lain, kunjungan kenegaraan ini juga menghasilkan kesepakatan di bidang pendidikan. Presiden Prabowo menginstruksikan agar bahasa Prancis diajarkan di seluruh jenjang sekolah di Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral kedua negara serta meningkatkan kompetensi bahasa internasional pelajar Indonesia. Namun, instruksi mendadak ini juga menuai beragam reaksi.

Sandhy Sondoro kembali memberikan respons terhadap kebijakan baru tersebut. Melalui komentar di media sosial, ia hanya menyematkan sejumlah emoji tertawa terbahak-bahak, yang dapat diartikan sebagai sindiran terhadap keputusan tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait