Thursday, 16 July 2026
BREAKING
BERITA

Ancaman ‘Fiscal Dominance’: Mengapa Rupiah Rentan Tertekan?

Oleh Emanuel July 16, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Independensi bank sentral menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Tanpa independensi yang kuat, bank sentral berpotensi tunduk pada kehendak pemerintah, sebuah kondisi yang dikenal sebagai ‘fiscal dominance’. Fenomena ini dapat merusak kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi nasional.

Ekonom peraih Nobel, Thomas Sargent, menekankan betapa krusialnya independensi bank sentral. Ia berargumen bahwa ketika bank sentral tidak independen, kebijakan moneter rentan dipengaruhi oleh kebutuhan fiskal pemerintah. Hal ini bisa berujung pada pencetakan uang berlebihan untuk membiayai defisit anggaran.

Dampak langsung dari ‘fiscal dominance’ adalah lonjakan inflasi yang tidak terkendali. Ketika inflasi tinggi, daya beli masyarakat menurun drastis. Lebih jauh lagi, mata uang domestik akan kehilangan nilainya terhadap mata uang asing, yang berarti depresiasi rupiah semakin parah.

Depresiasi rupiah ini tentu berdampak luas. Impor menjadi lebih mahal, memicu kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok. Bagi perusahaan yang memiliki utang dalam mata uang asing, beban cicilan akan membengkak. Sektor pariwisata pun bisa terpengaruh, meskipun bagi turis asing berlibur ke Indonesia menjadi lebih murah.

Thomas Sargent, melalui berbagai analisisnya, seringkali menyoroti bahwa sejarah mencatat banyak kegagalan ekonomi negara yang dipicu oleh ‘fiscal dominance’. Ketika pasar melihat bank sentral tidak berdaya mengendalikan kebijakan fiskal, keraguan muncul. Investor asing cenderung menarik dananya, memperparah pelemahan rupiah.

Kepercayaan pasar adalah aset berharga bagi perekonomian. Jika kepercayaan ini terkikis, volatilitas pasar keuangan akan meningkat. Hal ini membuat perencanaan ekonomi jangka panjang menjadi sulit dan berisiko.

Oleh karena itu, penguatan independensi Bank Indonesia bukan sekadar isu teknis kelembagaan. Ini adalah fondasi penting untuk memastikan rupiah tetap stabil dan inflasi terkendali. Tanpa itu, ancaman ‘fiscal dominance’ akan terus membayangi kesehatan ekonomi Indonesia, membuat rupiah semakin rentan tertekan di pasar global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait