Aktris Amanda Manopo tengah menjalani fase baru dalam hidupnya sebagai seorang ibu. Bersama sang suami, Kenny Austin, ia dihadapkan pada tantangan mengasuh putra pertama mereka, Baby Zac, yang memiliki kondisi kesehatan spesifik. Bayi mungil tersebut diketahui memiliki kulit sensitif dan rentan mengalami alergi terhadap susu sapi, yang memicu kekhawatiran mendalam bagi kedua orang tua muda ini. Sejak lahir, Baby Zac seringkali mengalami gatal-gatal serta kemerahan pada kulitnya, memaksa Amanda dan Kenny untuk menerapkan penjagaan yang sangat ketat terhadap asupan makanan dan perlengkapan sang buah hati.
Menyadari pentingnya tumbuh kembang optimal, Amanda secara spesifik berfokus pada metode pemberian nutrisi bagi Baby Zac. Untuk memastikan berat badan bayi tercukupi dan mencegah risiko penyakit kuning, bintang sinetron populer itu berkomitmen menerapkan kombinasi antara menyusui langsung (Direct Breastfeeding/DBF) dan penggunaan pompa ASI. Pendekatan ini dipilih untuk memaksimalkan asupan nutrisi dan kualitas ASI yang diberikan, sekaligus memastikan bayi mendapatkan perhatian yang cukup.
Kesibukan di dunia hiburan yang sebelumnya begitu padat, kini mulai dikurangi oleh Amanda. Keputusan ini diambil agar ia dan Kenny tidak kehilangan momen-momen berharga dalam fase pertumbuhan awal Baby Zac. Amanda mengaku sangat menikmati setiap detik kebersamaan dengan sang putra, meskipun mengakui sempat merasakan kepanikan sebagai orang tua baru. Ia menyadari betapa cepatnya fase pertumbuhan bayi yang baru lahir, dan tidak ingin melewatkan setiap tahapan penting.
"Aku masih tahan (kerja), karena menikmati waktu bareng sama Baby Zac. Karena pertumbuhan anak newborn tuh cepat banget ya say," ujar Amanda Manopo. Kekhawatiran orang tua baru memang kerap muncul, terutama ketika menyangkut kesehatan bayi. Salah satu momen yang sempat membuat Amanda panik adalah ketika Baby Zac mengalami keterlambatan buang air besar. Kejadian ini mendorong Kenny Austin untuk lebih aktif mempelajari berbagai referensi dan metode pengasuhan anak guna memberikan yang terbaik bagi putra mereka.
"Nanti tiba-tiba dia sudah bisa merangkak, dia bisa berjalan, bisa ngomong. Aku nggak mau kehilangan momen itu," imbuh Amanda Manopo, yang semakin menegaskan dedikasinya untuk mendampingi tumbuh kembang sang anak. Dalam upaya memahami lebih dalam tentang perawatan bayi, Kenny Austin pun memanfaatkan platform digital. Ia aktif mencari video tutorial seputar parenting, bahkan kini lini masa media sosialnya dipenuhi dengan konten-konten edukasi bayi.
"YouTube mulu sekarang kerjanya, lihat tutorial. Sekarang FYP-ku bayi-bayi semua. Karena jadi suka explore juga cara ngurus bayi, parenting segala macam," timpal Kenny Austin, yang menunjukkan antusiasmenya dalam belajar menjadi ayah yang sigap. Pengalaman baru sebagai orang tua ini diakui Amanda memang sempat memicu banyak rasa cemas.
"Anak pertama iya dong, khawatirnya banyak. Aku bahkan si Baby Zac telat pup saja sudah yang ‘eh aduh kenapa nih’," tutur Amanda Manopo, menggambarkan kecemasannya saat menghadapi tantangan kesehatan bayi. Selain masalah pencernaan, Baby Zac juga dipastikan memiliki alergi terhadap produk turunan susu sapi. Kondisi ini mengharuskan Amanda untuk sangat selektif dalam memilih makanan, termasuk menghindari konsumsi produk dairy dan beberapa jenis ikan tertentu. Tujuannya adalah untuk mencegah timbulnya ruam pada wajah sang anak yang merupakan indikator reaksi alergi.
"Kebetulan anakku sama sapi, dairy-dairy nggak bisa. Jadi dia susunya juga harus susu yang benar-benar aman banget karena dia bisa keluar ruam mukanya," jelas Amanda Manopo. Demi menjaga kualitas ASI, Amanda juga harus membatasi menu makanannya sehari-hari secara ketat. Ia harus berhati-hati dalam memilih jenis ikan yang dikonsumsi karena menyusui dan memompa ASI secara bersamaan membutuhkan perhatian ekstra terhadap asupan ibu.
"Aku makan ikan juga harus hati-hati karena kan aku ASI dan DBF juga," lanjutnya. Melalui kombinasi metode menyusui langsung dan pompa ASI, Amanda berupaya keras agar Baby Zac mencapai target berat badan yang ideal dan terhindar dari penyakit kuning.
"Kalau sekarang lagi digabung DBF sama pompa karena dia harus ngejar berat badan terus supaya nggak kuning," ujarnya. Amanda Manopo memiliki target ambisius untuk memberikan ASI eksklusif kepada putranya hingga usia dua tahun, sebuah komitmen yang didasari oleh cintanya kepada sang anak dan harapan akan kelancaran prosesnya.
"Saya mengusahakan dua tahun. Kalau Tuhan mengizinkan dan dikasih kelancaran semua, dua tahun," pungkas Amanda Manopo. Pasangan selebritas ini membagikan pengalaman unik mereka dalam mengasuh anak dengan kebutuhan khusus ini saat menghadiri acara edukasi kesehatan bertajuk Baby Shower Festival 2026 di Jakarta Barat. Festival yang berhasil memecahkan rekor MURI dengan melibatkan 620 ibu hamil ini menjadi platform bagi Amanda untuk kembali menekankan pentingnya pemilihan produk perlengkapan bayi yang aman, terutama bagi kulit sensitif.
Dalam kesempatan tersebut, Amanda menyoroti pentingnya kualitas produk yang digunakan untuk bayi. Ia mengaku sangat selektif dalam mencari rekomendasi produk yang aman dan teruji. Salah satu merek yang mendapat perhatiannya adalah Bumbee Collection, yang dinilainya aman untuk kulit bayi dan telah direkomendasikan oleh banyak ibu baru.
"Aku tuh concern banget sama kualitas tiap produk. Aku cari rekomendasi dan salah satunya adalah Bumbee Collection. Ini aman banget untuk kulit baby, dan approved dipakai banyak ibu-ibu baru juga," ujar Amanda Manopo. Pihak penyelenggara festival memberikan apresiasi atas pemecahan rekor MURI yang didedikasikan untuk seluruh keluarga yang sedang menanti kelahiran buah hati. Perdana Mahartika, CEO Bumbee Collection, menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang telah diberikan oleh para ibu selama 12 tahun terakhir.
"Saat memulai Bumbee 12 tahun lalu, saya tidak pernah membayangkan suatu hari bisa berdiri di hadapan ratusan ibu hamil dan menerima penghargaan MURI. Penghargaan ini bukan milik saya atau Bumbee semata, tetapi milik seluruh ibu dan keluarga yang telah mempercayai kami menjadi bagian dari perjalanan mereka menyambut buah hati," ujar Perdana Mahartika. Kisah Amanda Manopo dan Kenny Austin menjadi inspirasi bagi banyak orang tua muda, menunjukkan bahwa dengan kesabaran, informasi yang tepat, dan cinta yang besar, tantangan dalam mengasuh anak, bahkan yang memiliki kebutuhan khusus, dapat dihadapi dengan baik.











