Sunday, 19 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Ahli: Kualitas Tidur Lebih Penting daripada Durasi 8 Jam, Ini Alasannya

Oleh Muzairi M July 19, 2026 6 hours lalu 0 komentar

Banyak orang percaya bahwa tidur delapan jam setiap malam adalah kunci kesehatan optimal. Namun, para ahli mengingatkan bahwa obsesi terhadap durasi tidur tersebut mungkin tidak selalu tepat sasaran. Kualitas tidur, bukan sekadar kuantitas, yang seharusnya menjadi fokus utama untuk menjaga tubuh tetap bugar dan berfungsi baik.

Menurut Dr. Andreas D. Perdananto, Sp.PD, FINASIM, FAPS, dari RS Pondok Indah Pondok Indah, kebutuhan tidur setiap individu bervariasi. Ia menekankan bahwa tidur adalah proses aktif yang krusial bagi pemulihan tubuh dan otak, bukan sekadar kondisi pasif.

β€œTidur itu sebetulnya adalah proses fisik yang luar biasa. Jadi, kita jangan menganggap tidur itu hanya memejamkan mata saja. Justru di saat kita tidur, banyak sekali proses pemulihan yang terjadi pada tubuh dan otak kita,” jelas Dr. Andreas dalam sebuah wawancara.

Penting untuk dipahami bahwa tidak semua orang membutuhkan delapan jam tidur untuk merasa segar. Faktor seperti usia, gaya hidup, dan kondisi kesehatan individu sangat memengaruhi kebutuhan tidur. Anak-anak dan remaja, misalnya, umumnya membutuhkan waktu tidur lebih lama dibandingkan orang dewasa.

Alih-alih terpaku pada angka delapan jam, fokuslah pada bagaimana Anda merasa setelah bangun tidur. Jika Anda bangun dengan perasaan segar dan berenergi, kemungkinan besar Anda telah mendapatkan kualitas tidur yang cukup, terlepas dari berapa jam tepatnya Anda tertidur. Sebaliknya, jika Anda merasa lelah meskipun sudah tidur delapan jam, ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kualitas tidur yang perlu diperhatikan.

Dr. Andreas juga menyoroti bahwa tidur yang berkualitas melibatkan siklus tidur yang teratur, termasuk fase tidur nyenyak dan REM (Rapid Eye Movement). Gangguan pada siklus ini, seperti sering terbangun di malam hari atau mendengkur parah, dapat menurunkan kualitas tidur meskipun durasinya mencukupi. Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak negatif pada konsentrasi, suasana hati, sistem kekebalan tubuh, dan bahkan kesehatan jangka panjang.

Oleh karena itu, daripada terobsesi dengan jam tidur, lebih baik perhatikan kebiasaan tidur Anda. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, hindari kafein dan layar elektronik sebelum tidur, serta usahakan untuk memiliki jadwal tidur yang konsisten. Jika Anda terus mengalami kesulitan tidur atau merasa lelah di siang hari, berkonsultasilah dengan profesional medis untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait