Aktor Cakrawala Airawan, yang kini tengah merajai layar kaca SCTV berkat sinetron-sinetron berating tinggi, mengungkapkan tantangan terberatnya dalam memerankan karakter Emran Syailendra di sinetron terbarunya, ‘Istiqomah Cinta’. Sinetron yang telah menembus 100 episode ini menampilkan Cakrawala beradu akting dengan Yasmin Napper, Arbani Yasiz, Anjani Dina, dan Teuku Ryan.
Berbeda dari dugaan banyak orang, adegan yang paling menguras energi Cakrawala bukanlah aksi fisik, melainkan momen emosional yang harus ia tampilkan di awal penayangan ‘Istiqomah Cinta’. “Adegan itu sangat emosional dan melelahkan bagi saya, apalagi durasi dialognya mencapai beberapa halaman,” ungkap Cakrawala dalam sebuah sesi wawancara daring belum lama ini. Ia menjelaskan bahwa adegan pengakuan jujur Emran kepada Khansa mengenai manipulasi hasil tes DNA menjadi titik tersulit.
Dalam adegan tersebut, Emran harus berjuang melawan konflik batin yang mendalam. Ia dihadapkan pada ketakutan kehilangan Khansa, namun di sisi lain ia juga menyadari bahwa tindakannya adalah bentuk kejahatan atas nama cinta. Selain tuntutan emosi yang berat, adegan ini juga mengharuskan Cakrawala menghafal dialog yang sangat panjang dalam satu waktu. Hal ini berbeda dengan peran antagonis yang sering ia mainkan sebelumnya, di mana karakter Emran memiliki dinamika perasaan yang jauh lebih bergejolak dan melelahkan secara mental.
Posisi Emran Syailendra dalam adegan tersebut memang sangat dilematis. Ia sadar bahwa kejujuran adalah satu-satunya jalan untuk membangun hubungan yang tulus dengan Khansa. Namun, ia juga tahu bahwa rahasianya pasti akan terbongkar, dan jika itu terjadi secara paksa, dampaknya akan jauh lebih menghancurkan reputasinya. Kompleksitas karakter Emran, yang tidak hanya jahat tetapi juga memiliki sisi obsesif dan terpojok oleh kebohongannya sendiri, menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Keunikan Emran Syailendra terletak pada konsistensi tujuannya untuk memenangkan hati Khansa. Meskipun situasi di sekelilingnya berubah dinamis, visinya tetap sama. Persaingan Emran kini semakin rumit dengan munculnya tokoh Oscar (Teuku Ryan), yang menambah daftar saingannya selain Fatan (Arbani Yasiz). Kondisi ini diperparah dengan hilangnya Monika (Anjani Dina), yang sebelumnya merupakan rekan setia Emran dalam menjalankan rencana liciknya. “Dulu Emran punya sahabat yang selalu membantu urusan usilnya, tapi sekarang sahabat itu sudah tidak ada,” ujar aktor kelahiran 13 Juni 1996 ini.
Cakrawala menegaskan bahwa motivasi Emran murni didasarkan pada perasaan, bukan harta benda. Ia tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti Khansa, bahkan terkadang ia bisa melupakan persaingannya dengan Fatan demi melindungi wanita yang dicintainya. “Jika ada orang yang ingin berbuat jahat pada Khansa, Emran kadang lupa kalau dia sedang bersaing dengan Fatan,” pungkas Cakrawala. Sikap protektif yang tak terduga inilah yang membuat karakter Emran tetap dicintai meskipun berperan sebagai tokoh antagonis. Sinetron ‘Istiqomah Cinta’ tayang setiap hari di SCTV pada pukul 18.25 WIB.
