Abidzar Al-Ghifari Buka Suara Alasan Terjun ke Sinetron ‘Lautan Cinta’ SCTV: Butuh Penyegaran Diri

Wibowo

Abidzar Al-Ghifari, aktor muda yang dikenal lewat sejumlah proyek film layar lebar, kini mengejutkan publik dengan kemunculannya di layar kaca melalui sinetron terbaru SCTV, Lautan Cinta. Putra mendiang Ustaz Jefri Al Buchori ini mengambil peran utama sebagai Satria, sosok pemuda tampan dan cerdas yang menyimpan misteri masa lalu. Kehadirannya sontak memicu rasa penasaran penggemar, mengapa Abidzar memilih sinetron harian setelah sebelumnya lebih banyak fokus di dunia perfilman.

Dalam Lautan Cinta, Abidzar memerankan karakter Satria, seorang pemuda yang pernah tersapu tsunami dan kehilangan ingatannya. Beruntung, ia ditemukan dan diasuh oleh sepasang orang tua angkat yang sangat menyayanginya, membangun kehidupan baru tanpa bayangan masa lalunya. Kisah ini menjadi inti drama yang menarik perhatian pemirsa setiap hari pukul 18.20 WIB di SCTV.

Melalui sebuah wawancara daring yang turut dihadiri rekan-rekannya sesama pemain Lautan Cinta beberapa waktu lalu, Abidzar membeberkan alasannya menerima tawaran sinetron ini. Ia mengaku membutuhkan "penyegaran diri" setelah beberapa waktu fokus pada proses belajar dan pengembangan diri di dunia akting. Keputusan ini dianggapnya sebagai langkah untuk kembali "start from zero" dan mengasah kemampuan aktingnya.

"Karena kayaknya saya butuh penyegaran diri lagi sih. Karena setelah sekian lama belajar, butuh waktu untuk improve. Intinya start from zero lagi," ungkap bintang film Balada Si Roy itu menjelaskan motivasi di balik keputusannya. Pernyataan ini menunjukkan semangatnya untuk terus berkembang dan mencoba tantangan baru dalam karier seni peran yang dinamis.

Pertanyaan mengenai perbedaan berakting di film layar lebar dan sinetron harian kerap muncul di kalangan aktor yang beralih medium. Abidzar, dengan pengalamannya yang kian matang, memberikan pandangan yang bijak mengenai hal ini. Baginya, esensi akting tidak banyak berubah, terlepas dari platformnya yang berbeda.

"Sebenarnya sama, menurut saya sebenarnya enggak ada yang terlalu berbeda. Sama-sama akting juga kita baca skrip juga, memperdalam karakter, juga menjalin chemistry satu sama lain," jawab Abidzar lugas. Ia menambahkan bahwa perbedaan utama hanyalah pada "label" atau format tayangan, bukan pada proses kreatif akting itu sendiri. Pandangan ini menunjukkan profesionalismenya dalam menyikapi setiap proyek yang ia ambil, baik film maupun sinetron.

Transisi dari dunia film ke sinetron bukanlah hal baru bagi banyak aktor di Indonesia. Sinetron SCTV Lautan Cinta ini menjadi ajang bagi Abidzar untuk mengeksplorasi kemampuan aktingnya secara lebih intensif dan konsisten di hadapan jutaan penonton televisi. Konsistensi dalam sinetron harian memang menuntut stamina dan kedalaman karakterisasi yang berbeda.

Tak hanya Abidzar, para pemeran lain dalam Lautan Cinta juga memiliki alasan kuat untuk bergabung dalam proyek ini. Ratu Raffa, yang memerankan karakter Jingga, mengungkapkan ketertarikannya pada jajaran pemain yang terlibat. Ia merasa antusias bisa beradu akting dengan nama-nama seperti Cinta Brian, Abidzar, dan Chantiq Schagerl yang menjadi daya tarik tersendiri.

"Karena cast-nya menarik ya. Wih ada Cinta Brian, ada Abidzar, ada Chantiq," kata Ratu Raffa sambil tertawa, menunjukkan suasana kekeluargaan dan profesionalisme di lokasi syuting. Dinamika antaraktor muda ini diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pemirsa setia SCTV yang selalu menantikan wajah-wajah baru dan berbakat.

Sementara itu, Chantiq Schagerl, yang didapuk memerankan Selina, mengaku langsung tertarik dengan alur cerita Lautan Cinta sejak membaca sinopsisnya. Baginya, cerita yang ditawarkan sangat menarik dan memiliki kedalaman, membuatnya yakin untuk mengambil bagian. Ia menyoroti dinamika persahabatan yang jarang diangkat secara mendalam di sinetron lain sebagai nilai plus.

"Dari sinopsis yang dikirim, menurut aku ceritanya menarik. Enggak panjang lebar, dinamika persahabatan yang jarang di-highlight, itu yang menurutku membuatnya menarik," jelas Chantiq. Ketertarikan pada narasi yang kuat menjadi salah satu faktor penting bagi para aktor dalam memilih proyek, karena cerita adalah tulang punggung sebuah produksi.

Cinta Brian, pemeran Aidan di Lautan Cinta, juga memiliki alasan yang lebih mendalam dalam menerima peran ini. Selain tertarik pada rekan-rekan sebayanya, ia juga melihat kesempatan emas untuk beradu akting dengan para aktor senior. Baginya, ini adalah peluang langka untuk belajar langsung dari mereka yang telah lama berkecimpung di industri hiburan Tanah Air.

"Itu bener-benar pemain senior yang top-top. Kayak ‘Wah aku bakal main sama mereka! Yes’," tutur Cinta Brian dengan semangat. Ia secara spesifik menyebut nama-nama besar seperti Om Teddy Syah dan Om Surya sebagai figur yang membuatnya mantap bergabung. Interaksi dengan aktor-aktor senior ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas aktingnya secara signifikan.

Lebih lanjut, Cinta Brian juga menemukan tantangan unik dalam perannya sebagai Aidan, seorang mahasiswa biasa. Ini merupakan penyegaran dari peran-peran sebelumnya yang kerap menempatkannya sebagai seorang CEO atau karakter berprofil tinggi. Kesempatan ini membuatnya merasa lebih bebas dan otentik dalam berakting, jauh dari citra karakter-karakter mapan yang sering ia perankan.

"Justru ini aku bisa lebih menjadi diri sendiri," kata Cinta, mengungkapkan kegembiraannya bisa memerankan karakter yang lebih membumi dan sesuai dengan usianya. Transformasi peran ini menunjukkan fleksibilitasnya sebagai aktor yang tidak terpaku pada satu jenis karakter saja, selalu mencari tantangan baru untuk berkembang.

Dengan gabungan talenta muda seperti Abidzar Al-Ghifari, Ratu Raffa, Chantiq Schagerl, dan Cinta Brian, ditambah dukungan para aktor senior yang telah teruji, Lautan Cinta diharapkan mampu menyuguhkan tontonan yang segar dan berkualitas. Keputusan Abidzar untuk mencari "penyegaran diri" di sinetron harian ini menandai babak baru dalam perjalanan kariernya. Hal ini juga menunjukkan bahwa bagi seorang aktor, setiap medium adalah panggung untuk terus belajar, berinovasi, dan mempersembahkan karya terbaik bagi penonton setianya. Sinetron ini kini menjadi salah satu tontonan primadona yang dinantikan setiap sore di layar SCTV.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All