Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
BERITA

Trump Desak Pengadilan Pemimpin Iran, Sebut Negara Itu “Mati”

Oleh Emanuel September 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan keras terhadap Iran, mendeklarasikan bahwa negara tersebut sudah “mati” dan mendesak diadakannya pengadilan bagi para pemimpinnya atas dugaan kejahatan perang. Pernyataan ini disampaikan Trump pada hari Senin, 13 Januari 2020, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Trump, dalam sebuah cuitan di akun Twitter-nya, secara tegas menyatakan bahwa Iran tidak lagi memiliki pengaruh yang signifikan. “Iran sudah mati,” tulisnya, menyiratkan bahwa negara tersebut telah kehilangan kekuatan dan relevansinya di kancah internasional. Ia juga menyerukan agar para pemimpin Iran dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka.

Lebih lanjut, Presiden Trump mengusulkan agar para pemimpin Iran dibawa ke pengadilan internasional untuk menghadapi tuduhan kejahatan perang. Seruan ini mencerminkan pandangan pemerintah AS yang menganggap rezim Iran bertanggung jawab atas berbagai tindakan destabilisasi dan pelanggaran hak asasi manusia di kawasan.

Meskipun Trump tidak merinci kejahatan perang spesifik yang dimaksud, pernyataan ini muncul dalam konteks insiden yang melibatkan Iran dan AS dalam beberapa bulan terakhir. Ketegangan memuncak setelah serangan drone AS yang menewaskan Komandan Pasukan Quds Iran, Qassem Soleimani, pada 3 Januari 2020, di Baghdad, Irak. Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke dua pangkalan militer AS di Irak, yang diklaim tidak menimbulkan korban jiwa di pihak AS.

Trump sebelumnya juga telah berulang kali mengkritik perjanjian nuklir Iran, yang ia tarik AS darinya pada Mei 2018. Ia berargumen bahwa perjanjian tersebut tidak cukup kuat untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan mendukung aktivitas terorisme di Timur Tengah. Sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS sejak penarikan diri dari perjanjian tersebut telah memberikan tekanan besar pada perekonomian Iran.

Pernyataan Trump mengenai Iran “mati” dan seruan pengadilan bagi pemimpinnya ini kemungkinan akan semakin memperburuk hubungan diplomatik yang sudah tegang antara Washington dan Teheran. Komunitas internasional pun mengamati dengan seksama perkembangan situasi ini, mengingat potensi dampak luasnya terhadap stabilitas regional dan global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp