Yamaha merespons keras kritik pedas yang dilayangkan pembalapnya, Fabio Quartararo, dengan menyarankan agar ia mencontoh rekan sesama pembalap MotoGP, Jack Miller. Pernyataan ini muncul di tengah memanasnya hubungan antara Quartararo dan tim asal Jepang tersebut, menyusul kekecewaan sang pembalap terhadap performa motor YZR-M1.
Quartararo, juara dunia MotoGP 2021, telah berulang kali menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kecepatan motor yang diklaimnya tidak kompetitif untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Ia secara terbuka menyatakan bahwa Yamaha perlu melakukan perubahan drastis agar dapat kembali ke papan atas.
Menanggapi hal tersebut, salah satu perwakilan Yamaha, seperti dikutip dari Crash.net, memberikan tanggapan tegas. βFabio perlu melihat bagaimana Jack Miller menghadapi situasi ini. Jack tidak pernah mengeluh, dia hanya fokus pada pekerjaannya,β ujar sumber tersebut. Perbandingan ini secara implisit mengkritik sikap Quartararo yang dianggap terlalu vokal dalam menyuarakan keluhannya.
Pihak Yamaha menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah melakukan perbaikan teknis pada motor YZR-M1. Mereka menyatakan bahwa seluruh tim bekerja keras untuk menemukan solusi agar motor tersebut mampu bersaing kembali di level tertinggi. Saran untuk mencontoh Miller dimaksudkan agar Quartararo dapat mengalihkan energinya dari kritik menjadi kontribusi positif dalam proses pengembangan motor.
Situasi ini tentu menjadi sorotan di dunia MotoGP, mengingat Quartararo adalah salah satu pembalap paling berbakat di era sekarang. Hubungan yang retak antara pembalap dan tim pabrikan dapat berdampak signifikan pada performa di lintasan. Namun, Yamaha tampaknya ingin mengirimkan pesan jelas bahwa mereka tidak akan gentar menghadapi tekanan dan akan tetap fokus pada tujuan jangka panjang untuk mengembalikan kejayaan mereka di MotoGP.
Sebelumnya, Quartararo sempat menyatakan bahwa ia tidak melihat adanya peningkatan signifikan pada motornya sepanjang musim 2023. βSaya tidak melihat adanya kemajuan yang berarti. Saya merasa kami berada di tempat yang sama,β ungkapnya pada bulan September 2023. Pernyataan ini menjadi salah satu pemicu ketegangan yang kini coba diredakan Yamaha dengan cara mereka sendiri, yaitu dengan mengarahkan Quartararo untuk belajar dari pembalap lain yang dianggap memiliki mentalitas lebih positif dalam menghadapi tantangan.
