Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, secara terbuka mengakui bahwa seri MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, menjadi salah satu balapan paling menantang sepanjang sisa musim 2022 baginya. Pengakuan ini dilontarkan Marquez menyusul performa yang kurang memuaskan dan berbagai kendala yang dihadapi di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut.
Marquez mengemukakan bahwa situasi yang dialaminya di Mandalika jauh dari ekspektasi. Ia menghadapi kesulitan yang signifikan dalam menemukan ritme balap yang konsisten dan bersaing di barisan depan. “Ini adalah salah satu balapan yang paling sulit yang saya alami sejauh ini,” ujar Marquez kepada media. Ia menambahkan bahwa perjuangannya di sana merupakan gambaran dari tantangan besar yang masih membayanginya untuk seri-seri mendatang.
Performa Marquez di MotoGP Indonesia 2022 memang menjadi sorotan. Ia tidak mampu meraih hasil yang diinginkan, bahkan harus berjuang keras untuk sekadar finis di posisi yang tidak jauh dari zona poin. Kondisi lintasan yang dinilai berbeda dari perkiraan, serta adaptasi dengan motor RC213V yang masih dalam tahap pengembangan, disebut menjadi beberapa faktor yang mempengaruhinya. Marquez sempat mengalami insiden saat sesi latihan bebas, yang menambah kerumitan penampilannya.
Lebih lanjut, Marquez menjelaskan bahwa tantangan di Mandalika bukan hanya soal kecepatan murni, tetapi juga bagaimana mengelola ban dan menjaga konsistensi sepanjang balapan. “Kami harus terus bekerja keras untuk memahami motor ini dan menemukan setelan yang tepat untuk setiap sirkuit,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya pembelajaran dari setiap seri, termasuk dari pengalaman pahit di Indonesia, untuk bisa bangkit di seri-seri berikutnya.
Meskipun demikian, Marquez tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi. Ia tidak ingin terpuruk terlalu lama dan bertekad untuk segera menemukan kembali performa terbaiknya. “Kami tidak akan menyerah. Kami akan terus berjuang dan belajar dari setiap balapan,” pungkasnya. Pengalaman di MotoGP Mandalika diharapkan menjadi cambuk baginya untuk melakukan evaluasi mendalam dan kembali kompetitif di sisa musim MotoGP 2022.
